DetikNews
Selasa 13 November 2018, 23:11 WIB

Kisah WN Irak di Bandung, Batal Menikah Hingga Teracam Bui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kisah WN Irak di Bandung, Batal Menikah Hingga Teracam Bui Foto: Istimewa
Bandung - Nasib sial dialami warga negara Irak Razwand Ahmed Ismael (29). Niatnya menikahi perempuan Indonesia justru berujung penipuan dan ancaman bui.

Razwand dituntut jaksa selama 7 bulan bui dan denda Rp 2 juta subsidair 3 bulan kurungan lantaran menyalahi aturan keimigrasian dengan melebihi izin tinggal atau overstay di Indonesia.

Kisah Razwand bermula saat dirinya berkenalan dengan seorang wanita asal Indonesia berinisial LE melalui media sosial Facebook dengan nama akun Dilla pada tahun 2016 silam. Perkenalan keduanya berujung hubungan cinta di antara keduanya.

Selama menjalin kasih, keduanya hanya berkomunikasi virtual melalui telepon, pesan singkat hingga video call. Razwand yang kadung jatuh cinta kepada LE, bertekad untuk datang ke Indonesia dan menikahi kekasih pujannya itu. Februari 2018, Razwand datang ke Bandung dan bertemu pertama kali dengan LE di Bandara Husein Sastranegara.

"Dia (Razwand) ternyata dibohongi. Pacarnya itu ternyata masih punya suami dan belum bercerai. Dalihnya pisah ranjang dengan suaminya. Itu diucapkan pacarnya saat pertama bertemu di Husein (Sastranegara)," ucap pengacara Razwand, Erdi Soemantri dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung Cabang Pembantu Antapani kepada detikcom via sambungan telepon, Selasa (13/11/2018).

Meski mendapat kenyataan pahit, Razwand tak lantas kembali ke negaranya untuk membatalkan pernikahan. Sebab, kata Erdi, dia terbuai dengan dalih LE akan bercerai dengan suaminya dan mau menikah dengan Razwand.

Razwand akhirnya menetap di Bandung. Selama di Bandung, dia menyewa satu unit hunian apartemen atas permintaan dari LE.

"Sempat tinggal di apartemen selama seminggu tapi kemudian pindah ke kos-kosan," katanya.



Selama di Bandung, kata Erdi, Razwand sering jalan bareng dengan kekasihnya itu. Bahkan, Erdi menyebut Razwand diporoti uangnya lantaran membeli berbagai macam keinginan LE.

"Dia bawa uang sekitar 80 jutaan (rupiah). Dihabisin sama si ceweknya untuk jalan-jalan dan sewa apartemen. Padahal uang itu hasil menjual barbershopnya di Irak buat modal ke Indonesia," tuturnya.

Singkat cerita uang Razwand habis dan janji pernikahan tak kunjung terlaksana. Razwand lantas kebingungan karena untuk pulang tak ada biaya dan tinggal pun tak punya uang.

Akhirnya dia meminta kepada LE untuk mencarikan pekerjaan. Razwand lantas diarahkan untuk bekerja di sebuah pangkas rambut di kawasan Cijambe, Bandung.

"Karena ceweknya tahu kalau dia (Razwand) punya keahlian potong rambut, jadi diarahkan bekerja di barbershop," katanya.

Setelah menjalani interview, Razwand akhirnya diterima. Dia dijanjikan upah Rp 2 juta setiap bulannya yang dibayarkan setiap tanggal 13. Namun justru petaka kembali muncul. Razwand ternyata tak pernah dibayar sesuai janji yang disepakati.

"Di barbershopnya enggak dibayar, cuma dikasih uang tip. Paling dia pernah minta kasbon (pinjam uang) untuk bayar kos Rp 500 ribu, selebihnya enggak dibayar beberapa bulan," ucap Erdi.

Masalah semakin pelik tatkala petugas dari Kantor Imigrasi Bandung mendatangi Razwand ditempatnya bekerja. Razwand lalu diamankan oleh petugas dengan alasan melebihi batas waktu tinggal dan tidak punya izin bekerja di Indonesia.

Razwand lantas ditahan sementara di Rutan Klas 1 Bandung. Kasus tersebut akhirnya masuk ke persidangan. Razwand diadili dengan dakwaan tunggal Pasal 122 huruf a Undang-undang RI nomor 5 tahun 2011 tentang keimigrasian. Jaksa telah menuntut Razwand atas dakwaan itu hukuman pidana penjara selama 7 bulan.

Upaya Razwand mendapatkan keadilan dilakukan dengan pengajuan pembelaan atau pleidoi. Dalam pleidoi yang dibacakan saat persidangan siang tadi, Razwand melalui pengacaranya menyebut bahwa tidak ada unsur kesengajaan melebihi batas tinggal dan bekerja di Indonesia.

"Memohon, menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal," ucap Erdi.



(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed