DetikNews
Kamis 08 November 2018, 15:26 WIB

Pergerakan Tanah Rusak 48 Rumah, Warga KBB Takut dan Waswas

Rachmadi Rasyad - detikNews
Pergerakan Tanah Rusak 48 Rumah, Warga KBB Takut dan Waswas Area yang longsor dekat permukiman warga di Bandung Barat. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Bandung Barat - Pergerakan tanah mengancam sejumlah warga Kampung Sawah Jauh dan Kampung Cihantap, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Tercatat 48 rumah yang dihuni 123 kepala keluarga (KK) rusak berat dan ringan.

Pantauan detikcom, Kamis (8/11/2018) siang, pemukiman warga terdampak pergerakan tanah itu dekat tebing yang longsor pada Selasa pekan lalu. Jarak antara rumah warga yang paling jauh dengan lokasi longsor itu sekitar 150 meter.


Kondisi beberapa rumah warga terlihat mengalami retak, terutama pada bagian dinding dan lantai. Selain itu, lantai rumah terangkat atau bergelombang. Lantai mengangkat dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter dari posisi semula.

Pergerakan Tanah Rusak 48 Rumah, Warga KBB Takut dan WaswasLantai rumah retak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Di lokasi terjadinya longsor, tanah terlihat retak pada bagian bibir tebing yang letaknya sekitar 10 meter dari rumah warga terdekat. Ratmi (55), warga RT 2 RW 7, Kampung Cihantap, menjelaskan saat terjadi longsor minggu lalu itu dia sempat merasakan tanah seperti bergetar.

Setelah itu, sambung dia, rumahnya menjadi retak pada bagian dinding dan lantai serta tergusur ke bawah. Ratmi menduga kerusakan rumahnya dipicu longsor.

"Waktu itu ibu rasakan rumah goyang-goyang pas ada kejadian, pagi-paginya kata suami ada longsor di bawah. Ini rumah retak, kamar mandi serasa mau terbalik. Terus tempat tidur ibu terbelah dindingnya," kata Ratmi di kediamannya.

Ratmi dan keluarganya waswas. Dia tak bisa tidur nyenyak lantaran pergerakan tanah. Kalau hujan berlangsung lama dan deras, menurut dia, warga setempat sering kali berlari keluar rumah. Mereka mencari tempat aman..

"Jadi ibu takut. Kalau tidur enggak tenang. Takut tertimpa tembok. Jadi kalau hujan nyari yang lebih tenang. Kalau hujan pada lari ke luar soalnya (tanah) suka kayak bergetar," tutur Ratmi.

Pergerakan Tanah Rusak 48 Rumah, Warga KBB Takut dan WaswasRatmi menunjukkan lantai rumahnya yang retak akibat pergerakan tanah. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Sependapat dengan Ratmi, warga lainnya yaitu Indri (42) mengatakan kalau hujan turun deras dia bersama anak dan suaminya memilih mengungsi ke rumah orang tuanya yang letaknya berdekatan.

"Kalau hujan besar suka pindah ke atas, ke rumah ibu. Tapi kalau hujan kecil, saya di sini saja," tutur Indri.

Rumah Indri mengalami kerusakan cukup parah pada bagian dinding dan lantai akibat pergerakan tanah. Padahal, menurut dia, rumahnya baru saja dibangun.

"Khawatir tinggal di tempat ini, cuma mau gimana lagi. Waswas kalau turun hujan. Tetangga yang lain juga sama," ucap Indri.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed