DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 12:29 WIB

Polisi Selidiki Mayat Wanita Terbungkus Kardus di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Polisi Selidiki Mayat Wanita Terbungkus Kardus di Sukabumi Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Sukabumi - Polisi menggali keterangan dari sejumlah saksi soal ditemukannya mayat wanita, Fatimah (50), di dalam kamar kontrakan, Kampung Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sang suami, Ahmad Hidayat alias Oma (59), masih menjalani pemeriksaan polisi.

Sejumlah warga melihat Oma sempat mondar mandir di depan rumah kontrakan. Selain itu, Oma menyewa kendaraan angkutan umum yang hendak digunakan untuk mengangkut istrinya.

"Sekitar jam 03.00 WIB, pagi tadi itu, dia (Oma) sempat minta tolong ke saya. Katanya mau bawa istrinya yang sakit ke rumah sakit. Dia sudah bawa angkot Sukarajaan. Tapi begitu tahu korban yang di dalam itu sudah meninggal, sopir angkotnya pergi karena enggak berani," kata Iyad Suryadi, warga setempat, kepada detikcom, Senin (22/10/2018).


Warga setempat geger soal informasi Fatimah tewas. Tetangga kontrakan berdatangan ke lokasi dan mencegah Oma pergi.

"Keterangannya (Oma) berbelit-belit. Kata dia, masuk (ruamh kontrakan) dengan cara bongkar kunci pintu. Tapi ketika warga datang, kamar masih terkunci. Makanya sama warga dia diamankan," ujar Iyad.

Warga lalu menghubungi Hapi, pemilik kontrakan, untuk membawa kunci cadangan. Bau busuk menyeruak begitu pintu kontrakan dibuka. Kondisi Fatimah sudah tak bernyawa.

"Kondisinya sudah membusuk, terbungkus kardus, kasur dan karpet. Seperti memang sudah siap-siap mau di bawa sama suaminya. Tapi kita enggak tahu kapan dia membungkus jasad istrinya itu," kata Iyad.

Polisi Selidik Mayat Wanita Terbungkus Kardus di SukabumiLokasi kontrakan tempat ditemukannya mayat Fatimah. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto mengatakan Oma bercerita mengenai sang istri yang selama ini sakit. "Suaminya menemukan istrinya sudah meninggal dunia. Keterangannya dia, istrinya sudah meninggal dunia saat masuk ke dalam rumah kontrakan. Katanya sakit darah tinggi sudah lama," kata Budi usai melakukan olah TKP di lokasi.

Meski begitu, polisi tidak lantas percaya dengan keterangan Oma. Ada sejumlah informasi yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan fakta yang ada.

"Dia mengaku masuk ke kamar kontrakan menggunakan obeng. Ternyata setelah kita mintai keterangan lebih jauh, dia akhirnya mengaku masuk ke rumah kontrakan pakai kunci duplikat. Dugaan sementara, dia mungkin ketakutan melihat kondisi istrinya sudah meninggal dunia," tutur Budi.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed