DetikNews
Minggu 21 Oktober 2018, 13:25 WIB

Jelang Musim Hujan, Pembangunan Kolam Retensi Sirnaraga Dikebut

Tri Ispranoto - detikNews
Jelang Musim Hujan, Pembangunan Kolam Retensi Sirnaraga Dikebut Foto: Istimewa
Bandung - Memasuki musim penghujan, Pemkot Bandung kebut pembangunan kolam retensi Sirnaraga untuk mengatasi banjir di aliran Sungai Citepus.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pembangunan kolam diprediksi akan tepat waktu, selesai akhir November nanti.

"Kelihatannya sesuai target. Saya meninjau progres pembangunan kolam ini sudah mencapai 65 persen. Jadi akhir November nanti akan selesai," ujar Yana dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (21/10/2018).

Yana mengatakan selain mengebut pembangunan kolam tersebut, pemerintah juga sedang berupaya meminimalisir banjir dengan cara pengerukan sejumlah sungai di Kota Bandung.

Meski begitu, Yana tetap berharap warga bisa turut terlibat dan berpartisipasi untuk mencegah banjir terjadi. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai.

"Kita berharap warga ikut berpartisipasi mengantisipasi banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan. Ke depannya, Pemkot Bandung terus berupaya agar masalah banjir bisa terselesaikan," katanya.

Sementara itu Kadis Pekerjaan Umum Kota Bandung Arif Prasetya menjelaskan kolam retensi tersebut memiliki luas 6.491,52 meter persegi dan mampu menampung air sebanyak 19.473 meter kubik.

Menurut Arif, keberadaan kolam retensi tersebut akan membawa banyak manfaat tidak hanya bagi warga di sekitar aliran Sungai Citepus. Tapi keberadaan kolam bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk sarana olahgara hingga wisata.

"Pada saat air banyak kita bisa tampung dan pada saat air itu kita keluarkan sampai habis bisa untuk olahraga. Kita bikin tempat futsal, voli dan lain-lain. Kalau airnya sedikit bisa juga buat mancing. Jadi multifungsi tidak hanya sebagai kolam retensi menampung air saja," ucapnya.

Nantinya kolam tersebut akan menampung air yang mengalir dari utara terutama saat terjadi hujan besar. Jika kolam sudah penuh maka pintu air akan ditutup dan baru dibuka setelah debit air mengecil atau hujan sudah selesai.

"Diharapkan kita bisa mengendalikan air sehingga tidak merugikan masyarakat," ujar Arif.
(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed