DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 13:40 WIB

Pemkab Cianjur Kawal Kasus Gadis Diperkosa Dalam Angkot

Syahdan Alamsyah - detikNews
Pemkab Cianjur Kawal Kasus Gadis Diperkosa Dalam Angkot Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Cianjur - Pemkab Cianjur mengutuk keras aksi kekerasan seksual yang terjadi di wilayah tugas mereka. Pihaknya melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) akan mendampingi korban dan keluarganya selama menjalani proses hukum.

Korban diduga dicekoki minuman keras (miras) diperkosa dalam angkot oleh sejumlah pria. Setelah itu, pelaku membuang korban yang keadaan bugil ke angkot lainnya di Cianjur.

"Perbuatan yang sangat tidak manusiawi, pihak kepolisian agar segera melakukan proses penyelidikan dan pengungkapan hingga tuntas. Untuk pihak keluarga (korban) akan kita dampingi dan kawal mulai dari proses pelaporan. Ini perbuatan yang sangat tidak pantas, polisi harus bisa menangkap semua pelaku agar tidak ada korban lainnya," kata Kabid Advokasi dan Penanganan Perkara P2TP2A Cianjur Lidya kepada detikcom, Rabu (17/10/2018).


P2TP2A sebagai mitra strategis pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak terkait di lingkup Pemkab Cianjur agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Organda agar dilakukan sejumlah perbaikan yang diperlukan untuk menciptakan moda transportasi yang nyaman bagi masyarakat khususnya perempuan.

"Keamanan transportasi umum kita berharap perempuan dan anak di moda angkutan umum bisa memisahkan tempat khususnya kepada perempuan, ada tempat khusus yang tidak boleh digabung dengan laki-laki tujuan untuk menghindari aksi pelecehan seksual," ungkapnya.

"Ruang ini memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Misalkan naik transportasi umum perempuan harus berdesakan karena tidak kebagian tempat lalu terjadi pelecehan seksual sambil berdiri, ini juga banyak sekali terjadi. Kita juga akan komunikasi dengan Organda, bagaimana angkot ini tidak boleh pakai kaca hitam supaya bisa terlihat tujuannya untuk meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," tutur Linda.


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed