Rekayasa Jalur Biang Macet, Pemkot Bandung: Lalu Lintas Lancar

Rekayasa Jalur Biang Macet, Pemkot Bandung: Lalu Lintas Lancar

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 16:21 WIB
Dishub Kota Bandung merekayasa arus lalu lintas di jalur biang macet. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Pemkot Bandung mengklaim rekayasa jalur di lima titik biang macet yang diuji coba sejak sepekan lalu hasilnya positif. Arus lalu lintas kendaraan bergerak lancar.

"Semakin ada peningkatan, lalu lintas semakin lancar," ujar Yana kepada detikcom di Balai Kota Bandung, Rabu (10/10/2018).

Yana mengatakan hingga kini lima titik rekayasa tersebut masih bersifat uji coba. Rencananya pekan depan dilaksanakan evaluasi sebelum diberlakukan secara permanen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kabid Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung Asep Kurnia menuturkan uji coba terus berlangsung. Semenjak diuji coba, kemacetan di lima titik tersebut dapat terurai.

Titik pertama rekayasa yakni Jalan Natuna-Jalan Sunda dilakukan untuk mengurai kemacetan di sekitar rel. Setelah diberi kanalisasi menggunakan pembatas jalan, kemacetan terurai.

"Kita rencananya untuk jalur ini dialihkan dari Jalan Natuna depan Sambel Hejo akan belok ke Jalan Kartini lalu masuk Jalan Sunda. Tapi sementara ini dari Natuna masih langsung ke Sunda, kita kanalisasi water barrier," ujar Asep kepada detikcom via telepon.

Rekayasa kedua di kawasan Gedung Sate atau tepatnya Jalan Sentot Alibasyah. Di titik ini, area putaran ditutup secara permanen sehingga tidak ada antrean yang mengakibatkan kemacetan.

Ketiga, kata Asep, rekayasa di Jalan Setiabudi. Mulai dari pertigaan atau taman dekat Rumah Mode akan dipasang pembatas jalan hingga ke Jalan Karangsari sehingga tidak ada kendaraan yang memutar arah.

"Kendaraan yang mau putar arah bisa di taman jalur SPBU yang ada di Jalan Karangsari atau lewat Jalan Sukajadi," katanya.

Titik keempat di Jalan Dr Rum dan Jalan Dr Susilo. Berbeda dengan rekayasa lainnya, di titik ini terdapat perubahan jalur atau arah laju kendaraan.


Kendaraan yang biasanya satu arah dari Jalan Dr Rum dan Jalan Dr Susilo menuju Jalan Pasirkaliki, kini diubah ke arah sebaliknya. "Jadi sekarang dibalik dari arah Pasirkaliki lurus ke Hotel Imperium (Dr Rum) atau Dr Susilo," ujar Asep.

Rekayasa terakhir, sambung Asep, kendaraan dari arah Jalan Garuda menuju Jalan Abdurhman Saleh dilarang memutar arah. Selain itu, satu jalur di Taman Husein Sastranegara ditutup sehingga tidak terjadi pertemuan arus kendaraan.

"Kita masih evaluasi ini selama uji coba. Setelahnya baru kita bisa permanenkan," ucapnya.

Pihaknya mempersilakan warga yang ingin memberi usulan mengenai lima titik jalur tersebut atau mengajukan rekayasan terhadap jalan lain dengan mengirim pesan ke semua media sosial milik Dishub atau Pemkot Bandung.

"Ada beberapa usulan dari warga seperti di depan Lucky Square dan Jembatan Pelangi. Silakan bagi warga yang punya usulan disampaikan, nanti kita akan kaji," ucap Asep. (tro/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads