Aksi Lilin di Bandung, Kelompok Suporter Suarakan Perdamaian

Aksi Lilin di Bandung, Kelompok Suporter Suarakan Perdamaian

Mochamad Solehudin - detikNews
Kamis, 27 Sep 2018 21:33 WIB
Aksi Lilin di Bandung, Kelompok Suporter Suarakan Perdamaian
Bandung Suporter Alliance (BSA) menggelar aksi menyalakan lilin untuk menyuarakan perdamaian antarsuporter. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Kemenangan Persib atas Persija menyisakan duka mendalam. Seorang suporter Persija, Haringga Sirla (23), kehilangan nyawa akibat dikeroyok oknum Bobotoh atau pendukung Persib jelang dimulainya laga.


Suara-suara perdamaian antara The Jakmania dan Bobotoh dan suporter lain di Indonesia kembali digelorakan pascakejadian tersebut. Ratusan orang tergabung Bandung Suporter Alliance (BSA) menggelar aksi menyalakan lilin untuk menyuarakan perdamaian antarsuporter di Taman Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Kamis (27/9/2018) malam.

Aksi Lilin di Bandung, Kelompok Suporter Suarakan PerdamaianLilin mengelilingi kertas bergambar mendiang Haringga Sirla. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Selain aksi lilin, mereka menaburkan bunga di atas foto atau gambar para korban kebrutalan suporter sepak bola di antaranya Rangga Cipta, Ricko Andrean, Harun Al Rasyid Lestaluhu hingga Haringga Sirla.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini rentetan beberapa kasus dari setiap klub yang bermain di Liga Indonesia. Kita harap (kegiatan) ini bukan hanya seremoni saja. Hari ini harus jadi refleksi untuk kita semua. Kami tidak pernah setuju tindakan kekerasan dalam sepak bola. Rivalitas penting, tapi tidak ada rivalitas seharga nyawa," kata seorang peserta aksi melalui pengeras suara.


Koordinator Aksi Andhika Ramadhan Radiana mengungkapkan aksi damai ini tidak hanya diikuti oleh suporter Kota Bandung. Dia menyebut hadir perwakilan sejumlah kelompok suporter antara lain The Jakmania, Bonek, dan lainnya.

Dia dan kawan-kawannya mengajak semua suporter Indonesia bersatu dan menghentikan permusuhan. "Menurut kami yang salah bukan individu. (Aksi pengeroyokan) Itu memang dosa besar. Tapi kita semua salah, karena secara tidak langsung membudayakan kebudayaan kekerasan ini. Makanya kita ingin stop," ujar Andhika.

Aksi Lilin di Bandung, Kelompok Suporter Suarakan PerdamaianTabur bunga dan menyalakan lilin untuk para suporter yang tewas akibat aksi kekerasan. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bukan hanya itu, mereka ingin PSSI mengambil langkah serius agar dunia sepak bola Indonesia berjalan aman. Tidak sekadar kualitas kompetisi, tapi juga mengembalikan nilai sepak bola sebagai hiburan warga.

"Karena hari ini nyatanya belum melihat federasi turun tangan langsung (untuk menyelesaikan masalah suporter). Ini tuntutan ada revolusi federasi. Kita ingin semua sehat," ucapnya.


Menurutnya, PSSI harus melibatkan suporter secara langsung untuk memperbaiki dunia sepak bola. Bahkan bila perlu dibuat regulasi yang spesifik untuk mengatur suporter.

"Saya juga sepakat Pak Edy Rahmayadi untuk memilih menjadi gubernur atau Ketua PSSI. Memang itu hak politik, tapi kita ingin dia fokus, jangan double-double. Edukasi suporter ini, jangan hanya meraup keuntungan semata," tutur Andhika.

Dia berharap ke depannya The Jakmania dan Bobotoh duduk bersama dalam satu stadion. Karena melalui cara tersebut dirasa mampu mengikis pertikaian yang selama ini masih terjadi.

"Bikin regulasi away day. Selama ini Persija main Bobotoh enggak bisa datang, atau sebaliknya. Bagaimana mempertemukan suporter ini," kata Andhika. (mso/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads