Suara-suara perdamaian antara The Jakmania dan Bobotoh dan suporter lain di Indonesia kembali digelorakan pascakejadian tersebut. Ratusan orang tergabung Bandung Suporter Alliance (BSA) menggelar aksi menyalakan lilin untuk menyuarakan perdamaian antarsuporter di Taman Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Kamis (27/9/2018) malam.
Lilin mengelilingi kertas bergambar mendiang Haringga Sirla. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Aksi Andhika Ramadhan Radiana mengungkapkan aksi damai ini tidak hanya diikuti oleh suporter Kota Bandung. Dia menyebut hadir perwakilan sejumlah kelompok suporter antara lain The Jakmania, Bonek, dan lainnya.
Dia dan kawan-kawannya mengajak semua suporter Indonesia bersatu dan menghentikan permusuhan. "Menurut kami yang salah bukan individu. (Aksi pengeroyokan) Itu memang dosa besar. Tapi kita semua salah, karena secara tidak langsung membudayakan kebudayaan kekerasan ini. Makanya kita ingin stop," ujar Andhika.
Tabur bunga dan menyalakan lilin untuk para suporter yang tewas akibat aksi kekerasan. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom) |
"Karena hari ini nyatanya belum melihat federasi turun tangan langsung (untuk menyelesaikan masalah suporter). Ini tuntutan ada revolusi federasi. Kita ingin semua sehat," ucapnya.
Menurutnya, PSSI harus melibatkan suporter secara langsung untuk memperbaiki dunia sepak bola. Bahkan bila perlu dibuat regulasi yang spesifik untuk mengatur suporter.
"Saya juga sepakat Pak Edy Rahmayadi untuk memilih menjadi gubernur atau Ketua PSSI. Memang itu hak politik, tapi kita ingin dia fokus, jangan double-double. Edukasi suporter ini, jangan hanya meraup keuntungan semata," tutur Andhika.
Dia berharap ke depannya The Jakmania dan Bobotoh duduk bersama dalam satu stadion. Karena melalui cara tersebut dirasa mampu mengikis pertikaian yang selama ini masih terjadi.
"Bikin regulasi away day. Selama ini Persija main Bobotoh enggak bisa datang, atau sebaliknya. Bagaimana mempertemukan suporter ini," kata Andhika. (mso/bbn)












































Lilin mengelilingi kertas bergambar mendiang Haringga Sirla. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Tabur bunga dan menyalakan lilin untuk para suporter yang tewas akibat aksi kekerasan. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)