DetikNews
Selasa 25 September 2018, 11:57 WIB

Haringga Tewas Dikeroyok, Polisi Klaim Pengamanan Sudah Maksimal

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Haringga Tewas Dikeroyok, Polisi Klaim Pengamanan Sudah Maksimal Kapasitas stadion 38 ribu, sementara bobotoh yang datang diprediksi 100 ribu lebih/Foto: Wisma Putra/detikSport
Bandung - Polisi mengklaim telah maksimal mengamankan pertandingan Persib versus Persija, Minggu (23/9/2018). Insiden pengeroyokan Haringga Sirla (23) terjadi saat polisi sibuk menghalau massa yang memaksa masuk. Jumlah penonton yang tidak memiliki tiket lebih banyak dibanding yang punya. Diprediksi bobotoh yang datang capai 100 ribu orang, sementara kapasitas 38 ribu.

"Pihak kepolisian Polrestabes Bandung diback-up oleh Polda Jabar serta kesatuan TNI, dengan kekuatan hampir 4.352 personel untuk pengaman tersebut. Baik dengan pola ring. Ring satu di area pertandingan, ring dua di luar arena pertandingan di sekitaran lapangan dalam, di mana itu tempat penonton untuk masuk tiket, dan ring tiga di luar dari pagar pintu utama. Nah itu kami sudah upayakan maksimal," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).



Insiden maut pengeroyokan Haringga sendiri berada di ring tiga atau di area luar tepatnya di depan gerbang biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Untuk di titik itu sendiri, kata Irman, polisi sudah maksimal melakukan pengamanan.

Irman menambahkan kondisi sebelum pertandingan sendiri di luar dugaan. Penonton yang hadir membludak melebihi kapasitas stadion GBLA yang hanya mampu menampung 38 ribu penonton. Bahkan lebih banyak penonton yang tak memiliki tiket ketimbang yang memiliki tiket berada di ring tiga.

"Animonya luar biasa. diperkirakan sampai 100 ribu orang yang datang sementara kapasitas hanya 38 ribu," katanya.

Menurut Irman panitia menginginkan agar ada penyortiran di ring tiga di pintu luar. "Perlu diketahui bahwa mengantisipasi massa kami sudah tempatkan per 10 meter, di luar dari pada pagar luar sudah ditempatkan dari TNI sebanyak 2 SSK (Satuan setingkat kompi) untuk mengantisipasi kemungkinan massa ingin masuk ke dalam lingkungan stadion dengan meloncat pagar ataupun mendobrak pagar," tuturnya.



Di saat polisi tengah fokus menghalau penonton tanpa tiket, insiden itu terjadi. Irman menegaskan aparat berada di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dibuktikan dengan ditangkapnya beberapa pelaku dalam waktu cepat.

"Namun dalam waktu singkat, bukti kami ada di sekitar, kami amankan beberapa orang yang terlibat," kata dia.

Polisi mengkiritisi kinerja panitia penyelenggara (panpel) dalam hal tersebut. Menurutnya berdasarkan kesepakatan awal, ada layar besar yang bisa digunakan untuk penonton tak bertiket menyaksikan laga tersebut. Panpel menyanggupi akan memasang enam layar lebar.

"Harapan kami itu terpasang, namun pada pelaksanaannya tidak sesuai yang diharapkan, sehingga massa itu pun berupaya hanya memaksa untuk masuk sampai melakukan pelemparan," kata dia.




Tonton juga 'Warga Berharap Tak Ada 'Haringga' Lain Korban Kekejaman Suporter':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed