DetikNews
Selasa 25 September 2018, 10:59 WIB

Suporter Bola Tewas Dikeroyok, Polisi Kritik Panpel Persib vs Persija

Tri Ispranoto - detikNews
Suporter Bola Tewas Dikeroyok, Polisi Kritik Panpel Persib vs Persija Foto: Wisma Putra
Bandung - Kasus tewasnya suporter Persija Haringga Sirla, akibat dikeroyok oknum bobotoh di Stadion GBLA pada Minggu 23 September lalu akan menjadi bahan evaluasi aparat keamanan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan sebelum pertandingan Persib vs Persija berlangsung, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan panitia pelaksana (panpel), bobotoh dan aparat keamanan untuk saling bersinergi.

"Awalnya kan kami usulkan untuk ditunda (menjadi) Selasa dengan pertimbangan hari Minggu mengantisipasi jumlah penonton membludak," kata Irman di Balai Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).



Irman mengatakan saat pertandingan berlangsung stadion yang hanya memiliki kapasitas sekitar 38 ribu malah dibanjiri oleh penonton. "Animonya luar biasa. diperkirakan sampai 100 ribu orang yang datang sementara kapasitas hanya 38 ribu," katanya.

Sebenarnya, kata Irman, hal itu sudah diantisipasi saat rapat koordinasi berlangsung. Kesepakatannya panpel akan menyediakan layar lebar untuk memecah kerumunan massa.

"Namun disayangkan pada pelaksanaannya tidak ada (layar lebar). Nah ini yang menjadi bahan evalausi kenapa yang sudah disepakati tidak direalisasiskan panitia," sesalnya.



Menurut Irman jika layar lebar tersebut ada bukan tidak mungkin akan memecah konsentrasi massa yang tidak bisa masuk ke stadion agar tidak berbuat anarkis.

"Seandainya layar lebar itu ada paling tidak bisa memecah konsentrasi massa yang tidak masuk, (massa) tidak melakukan tindakan anarkis melempar petugas dengan batu dan botol. Kalau sarana ada pasti mereka memilih menonton dan tidak melakukan hal itu," ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan apa yang telah disepakati dalam rapat koordinasi tidak lagi diingkari. "Harapan kami, pihak-pihak terkait bisa bekerja sama dan bertanggung jawab agar ke depan pelaksanaan jadi lebih baik. Tidak saling lepas tanggung jawab. Sehingga semua bisa kita antisipasi," tegas Irman.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed