DetikNews
Kamis 20 September 2018, 22:07 WIB

Saksi Pembunuhan Ella, dr Kresno Mulyadi Bicara Soal Anak Autis

Rachmadi Rasyad - detikNews
Saksi Pembunuhan Ella, dr Kresno Mulyadi Bicara Soal Anak Autis Foto: Rachmadi Rasyad
Cimahi - Sembilan hari pasca terbunuhnya Ella Nurhayati (42), polisi mulai menemukan titik terang pelakunya. Polisi hingga kini terus mengumpulkan barang bukti dan juga saksi, termasuk saksi ahli.

Seperti hari ini, Kamis (20/9/2018), Psikiater dr. Kresno Mulyadi, SpKJ yang merupakan kembaran Kak Seto Mulyadi, dimintai keterangannya di Mapolres Cimahi, Jalan Raya Cibabat. Ia dimintai penjelasannya sebagai saksi ahli sekitar empat jam.

Usai diperiksa, ia menjelaskan bahwa individu dengan kebutuhan khusus pada intinya memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. "Karena pada dasarnya pada individu autistik, mereka mengalami gangguan dalam berkomunikasi, yang mungkin bisa tapi kualitasnya tidak optimal," jelas Kresno.



Lebih lanjut Kresno menerangkan, autistik bisa dibagi ke dalam tiga sektor yaitu ringan, sedang, hingga berat. Bagi penyandang autistik berat, biasanya mereka sama sekali tidak mampu berkomunikasi.

Selain mempunyai masalah dalam berkomunikasi, sambung Kresno, para penyandang autistik mempunyai masalah dalam hal bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Selanjutnya, penyandang autistik pun bermasalah dalam mengatur emosi.

"Ada labilitas emosi, misalnya cepat marah dan gampang cemas yang berkaitan dengan emosi yang bisa disertai dengan tindakan agresivitas, seperti memukul, menggigit, dan melempar. Kasus-kasus tertentu bisa terjadi menggunakan apa yang dipegang, gunting, pisau, dan sebagainya," ungkap Kresno.

Kresno mengatakan, individu dengan gejala autistik bisa memunculkan emosinya yang labil karena berbagai pemicu, misalnya ketersinggungan yang menimbulkan semacam balas dendam.



Oleh sebab itu, Kresno menegaskan, individu autistik mesti mendapat perhatian khusus dan jangan diabaikan. Jika sudah menunjukkan adanya gejala, sebaiknya dikonsultasikan dengan orang-orang yang memang ahli di bidangnya, seperti neurolog maupun dokter spesialis anak.

"Ketika sendiri tidak ada individu lain, kemudian juga tempatnya sepi, sekitarnya juga senjata tajam ada, ini yang kita harus harus hati-hati jangan mengabaikan kemungkinan terjadinya tindak-tindak kekerasan yang berakibat fatal," sambung saudara kembar Kak Seto ini.

Kresno pun mengungkapkan, bahwa terapi dan obat yang diberikan bagi individu autistik mesti berjalan dengan beriringan.

"Beberapa bentuk terapi tadi tergantung pada gejala-gejala yang ada di awalnya seperti apa," pungkas Kresno.



Sementara itu Kasatreskrim Polres Cimahi Niko N. Adiputra mengatakan, saat ini total telah diperiksa sembilan belas orang saksi. Empat dari lima belas saksi, merupakan psikiater.

Hari ini, selain meminta keterangan dr Kresno, mantan suami Ella bernama Andi (48) juga diperiksa di ruang Resum. Ia diperiksa cukup lama sekitar enam jam, mulai dari pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi sudah mengarah pelaku pembunuhan Ella adalah orang terdekatnya yang tak lain adalah saksi kunci. MA (16), anak korban merupakan saksi kunci. Ia orang yang bersama korban saat ditemukan tewas mengenaskan pada Selasa lalu (11/9). MA merupakan anak berkebutuhan khusus.

Sehari sebelum Ella ditemukan tewas, ia dan MA menghabiskan waktu bersama dengan menonton film di bioskop. Film The Nun yang mereka tonton.




(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed