DetikNews
Rabu 19 September 2018, 13:21 WIB

Ini Bahaya Pohon Bintaro yang Tumbuh di Kantor Ridwan Kamil

Mochamad Solehudin - detikNews
Ini Bahaya Pohon Bintaro yang Tumbuh di Kantor Ridwan Kamil Buah Bintaro di area Gedung Sate Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB Taufikurahman membenarkan pohon bintaro memiliki kandungan racun berbahaya, terutama pada bagian buahnya. Bahkan, kata dia, racunnya dapat menyebabkan kematian.

Pohon tersebut tumbuh subur di sekitar area parkir timur gedung yang kini menjadi tempat Gubernur Jabar Ridwan Kamil berkantor.

"Ia (buah pohon bintaro) itu beracun. Bisa membuat keracunan. Jadi kan di masyarakat banyak menggunakan kayak buahnya itu untuk racun tikus. Tapi saya harus cek lagi kandungan senyawa kimianya," kata Taufik saat dihubungi via telepon, Rabu (19/9/2018).

Keberadaan pohon bintaro beracun sempat ramai pada 2009 di Kota Bandung. Kala itu seorang peneliti dari Unpad Profesor Aseng membuat sebuah kajian dan hasilnya menemukan kandungan racun pada pohon bintaro.


Temuan tersebut, akhirnya mendapat respon dari Pemerintah Kota Bandung. Kala itu Wali Kota Bandung Dada Rosada mengeluarkan instruksi kepada Dinas Pertamanan untuk menyelidiki tanaman beracun yang ada di Bandung.

Ternyata, pohon beracun yang menggemparkan itu banyak tumbuh di Gedung Sate. Dari pantauan, pohon yang dikenal dengan nama Bintaro atau Cerbera terlihat tumbuh di area dekat Masjid Al Mutaqin dan parkir timur Gedung Sate.

Ini Bahaya Pohon Bintaro yang Tumbuh di Kantor Ridwan KamilPohon bintaro di Gedung Sate. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Menurut Taufik, pohon tersebut tidak berbahaya bila disentuh secara langsung. Tapi bila buahnya dikonsumsi manusia akan sangat berakibat fatal. Bahkan dia pernah membaca di sebuah artikel soal buah bintaro di Vietnam digunakan sebagai alat bunuh diri.

"Sebetulnya sih, asal tidak dikonsumsi tidak apa-apa. Memang buahnya cepat sekali, cepat hijau. Hanya saja yang tidak bisa dimanfaatkan untuk makanan. Hanya bagus untuk penghijauan, untuk penahan erosi. Di Vietnam sempat baca, pada suatu masa untuk bunuh diri, saya sempat baca," tutur Taufik.




Tonton juga 'Sang Penyembur Jarum Beracun, Serma KKO (Purn) Djoni Liem':

[Gambas:Video 20detik]


(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed