DetikNews
Selasa 18 September 2018, 20:15 WIB

Insiden Pemukulan di Bandung, Pemoge-Sopir Mobil Bermaafan

Mukhlis Dinillah - detikNews
Insiden Pemukulan di Bandung, Pemoge-Sopir Mobil Bermaafan Insiden pemukulan yang dipicu tabrakan mobil vs moge. (Foto: tangkapan layar video)
Bandung - El Presidente Bikers Brotherhood 1% MC (BBMC) Pegy Diar meminta maaf atas insiden pemukulan terhadap Fajar, sopir mobil yang melawan arus dan menabraknya. Insiden tersebut terjadi secara spontanitas karena Fajar tidak merasa melawan arus.

Saat kejadian, Pegy baru saja pulang dari HUT ke-30 BB 1% MC di Monumen Perjuangan, Kota Bandung. Ia melintas Jalan Merdeka menuju Jalan Lembong. Motor gede (moge) yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil Avanza yang dikemudikan Fajar pada Minggu (16/9/2018) pukul 01.00 WIB.

"Fajar ini melawan arus dari arah Braga menuju Lembong. Harusnya dia lurus tapi malah belok. Jadi terjadi tabrakan," kata Pegy kepada wartawan di Jalan Veteran, Kota Bandung, Selasa (18/9/2018).


Sempat terjadi beradu argumen mengenai siapa yang salah dalam insiden tersebut. Menurutnya Fajar saat merasa tidak melawan arus lantaran sesuai dengan arahan dari aplikasi penunjuk jalan (Waze) yang digunakannya. Pegy kesal dan spontan bogem ke wajah Fajar.

"Dia enggak ngerasa salah (karena pake waze) awalnya, lalu saya refleks pukul. Tidak berlangsung lama. Saya sudah minta maaf juga," ucap Pegy.

Insiden Pemukulan di Bandung, Pemoge dan Sopir Mobil Bermaafan Pegy Diar (membawa tas) dan Fajar (kemeja putih) sudah saling memaafkan berkaitan insiden tabrakan kendaraan di Jalan Merdeka. (Foto: Muklis Dinillah/detikcom)
Ditemui di tempat yang sama, Fajar mengakui awalnya tak merasa melawan arus karena sesuai dengan petunjuk aplikasi yang digunakannya. Sehingga, ia beradu mulut dengan Pegy yang menyebutnya melawan arus dengan berbelok kiri ke arah Jalan Merdeka.

"Saya mengakui emang awalnya merasa tidak salah. Soalnya waze ngarahinnya ke kiri, bukan lurus," tutur Fajar.


Setelah mendapatkan penjelasan mengenai kesalahannya melawan arus, ia memaafkan tindakan Pegy. Ia sudah memaafkan Pegy dan tidak akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

"Setelah dijelaskan, saya akhirnya ngerti dan saya salah. Saya sudah memaafkan dan tidak menuntut apa-apa. Alhamdulillahnya juga kang Pegy enggak terluka," ujar Fajar.

Ia mengaku baru pertama kali mengendarai mobil saat ke Bandung. Sehingga, sambung Fajar, sejak awal mengandalkan aplikasi penunjuk jalan untuk berkeliling Kota Bandung.

"Kebetulan pertama kali saya nyetir di Bandung. Jadi belum tau jalan juga. Pakai aplikasi aja terus," ujar Fajar.
(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed