Duka dan Firasat Keluarga Korban Bus Maut Sukabumi

Duka dan Firasat Keluarga Korban Bus Maut Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 09 Sep 2018 11:48 WIB
Duka dan Firasat Keluarga Korban Bus Maut Sukabumi
Pemakaman salah satu korban bus maut (Foto: Istimewa)
Bogor - Duka menyelimuti keluarga Tagrit Daulat (24) salah satu korban kecelakaan bus maut Jakarta Wisata Transport. Keluarga menceritakan firasat tersirat dari Tagrit.

Sofi, istri almarhum Tagrit tidak kuasa menahan tangis saat kedatangan jenazah suaminya. Jenazah Tagrit sebelumnya sempat transit di Rumah Duka Sinarkasih, Bogor setelah menempuh perjalanan dari RSUD Palabuhanratu.

Almarhum Tagrit disemayamkan di rumah duka, Sukamulya RT 03 RW 05, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu (9/9/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.30 WIB, pagi langsung diantar ke rumah duka tiba pukul 04.00 WIB. Istri almarhum histeris dan sempat tidak sadarkan diri melihat jenazah suaminya," kata Widi Prasetya, kerabat almarhum Tagrit kepada detikcom.


Menurut Widi, istri almarhum tengah hamil dengan usia kandungan 7 bulan. Kerabat dekat menenangkannya hingga jenazah almarhum masuk ke liang lahat.

Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai sosok yang periang dan suka bercanda. Wajar ketika keluarga mendapat kabar Tagrit menjadi salah satu korban tewas, suasana duka langsung menyelimuti keluarga.

"Almarhum itu orang yang periang, suka bercanda sungguh tidak ada yang mengira dia pulang dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga sangat terpukul dan kehilangan sosok almarhum," lanjutnya.

Malam sebelum keberangkatan ke Cikidang, Widi sempat berbincang dengan korban. Ada firasat tersirat dalam obrolan korban.

"Dia sempat enggan berangkat, dia bilang 'asa sangeuk eung' (merasa malas). Dia sempat akan mengajak istrinya, tapi istrinya menolak. Saya tidak menyangka itu menjadi obrolan terakhir dengan korban," cerita Widi.

Tagrit ikut dalam rombongan karyawan PT Catur Putra Grup (CPG) yang akhirnya mengalami kecelakaan saat melintasi jalan alternatif Cikidang - Palabuhanratu. Bus Jakarta Wisata Transport bernomor polisi B 7025 SGA itu terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 30 meter.

"Dia sudah bekerja selama satu tahun sebagai sales motor di perusahaan itu," ujar Widi. (sya/mud)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads