Sofi, istri almarhum Tagrit tidak kuasa menahan tangis saat kedatangan jenazah suaminya. Jenazah Tagrit sebelumnya sempat transit di Rumah Duka Sinarkasih, Bogor setelah menempuh perjalanan dari RSUD Palabuhanratu.
Almarhum Tagrit disemayamkan di rumah duka, Sukamulya RT 03 RW 05, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu (9/9/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Widi, istri almarhum tengah hamil dengan usia kandungan 7 bulan. Kerabat dekat menenangkannya hingga jenazah almarhum masuk ke liang lahat.
Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai sosok yang periang dan suka bercanda. Wajar ketika keluarga mendapat kabar Tagrit menjadi salah satu korban tewas, suasana duka langsung menyelimuti keluarga.
"Almarhum itu orang yang periang, suka bercanda sungguh tidak ada yang mengira dia pulang dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga sangat terpukul dan kehilangan sosok almarhum," lanjutnya.
Malam sebelum keberangkatan ke Cikidang, Widi sempat berbincang dengan korban. Ada firasat tersirat dalam obrolan korban.
"Dia sempat enggan berangkat, dia bilang 'asa sangeuk eung' (merasa malas). Dia sempat akan mengajak istrinya, tapi istrinya menolak. Saya tidak menyangka itu menjadi obrolan terakhir dengan korban," cerita Widi.
Tagrit ikut dalam rombongan karyawan PT Catur Putra Grup (CPG) yang akhirnya mengalami kecelakaan saat melintasi jalan alternatif Cikidang - Palabuhanratu. Bus Jakarta Wisata Transport bernomor polisi B 7025 SGA itu terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 30 meter.
"Dia sudah bekerja selama satu tahun sebagai sales motor di perusahaan itu," ujar Widi. (sya/mud)











































