detikNews
Jumat 24 Agustus 2018, 12:19 WIB

2 Santri di Bandung Difteri, Ratusan Penghuni Ponpes Diobati

Wisma Putra - detikNews
2 Santri di Bandung Difteri, Ratusan Penghuni Ponpes Diobati Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kabupaten Bandung - Dua santri di salah satu pesantren di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, positif terjangkit virus difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung langsung mengobati seluruh penghuni ponpes tersebut.

Kadinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana mengungkapkan pihaknya mendapat laporan kejadian dua santri perempuan terpapar difteri pada Agustus 2018. "Santri berinisial R (16) mengeluh sakit tenggorokan, dibawa ke dokter swasta, terus ke rumah sakit daerah. Diduga suspect lalu dirujuk ke RSHS Bandung dan dinyatakan positif difteri," kata Grace kepada wartawan di kantor Dinkes Kabupaten Bandung, Jumat (24/8/2018).


Santri lainnya, inisial S (16), merasakan gejala sama. Begitu diketahui positif, petugas di lapangan langsung turun mengobati santri lainnya yang ada di pesantren itu.

"Memberikan pengobatan untuk memutuskan mata rantai virus tersebut supaya tidak meluas, salah satunya dengan cara diisolasi," ujarnya.

Menurut Grace, seluruh penghuni ponpes wajib mengikuti anjuran dari dokter yaitu minum obat sehingga bakterinya mati. Bukan hanya santri, keluarga santri yang positif terpapar virus tersebut juga diberikan antibiotik

"Sudah tidak diisolasi, sekarang aman. Kami tetap memonitor, dengan adanya posko begitu ada keluhan cepat ditanggulangi. Kami juga memberikan surat edaran ke puskesmas di seluruh kecamatan, meski Kabupaten Bandung tidak masuk ORI (outbreak response immunization)," tuturnya.


Upaya Dinkes Kabupaten Bandung mencegah penyebaran virus difteri yaitu mengobati santri yang menghuni satu kobong (ruangan), jumlahnya 42 orang. Setelah itu santri lainnya mendapatkan pengobatan yang sama.

"Kan yang kontak langsung satu kobang. Terus semuanya penghuni ponpes diberi pengobatan untuk memutuskan mata rantai, ada sebanyak 268 orang santri dan pengelola pesantren," ujar Grace.

Dia menjelaskan kondisi terakhir dua santri yang terpapar virus difteri masih dalam penanganan di RSHS. "Untuk saat ini karena sudah selesai inkubasinya, kondisi santri lainnya sehat. Kita menunggu satu Minggu (ke depan) untuk kewaspadaan. Kita tetap siaga," katanya.

Dinkes Kabupaten Bandung mengimbau kepada masyarakat yang mengalami sakit menelan dan tenggorokan disertai demam agar ke dokter. "Segera berobat ke puskesmas, untuk memberikan daya tahan tubuh makanlah makanan yang bergizi, serta ada pelindung diri dari debu dan sebagainya. Juga cuci tangan dengan sabun sebelum makan," tutur Grace.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com