Kisah Ade Diding, Tahanan Kasus Penggelapan yang Tewas di Sel Polres

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 19 Jul 2018 11:08 WIB
Kapolres Subang dan istri Ade Iding/Foto: Istimewa
Subang - Nasib malang dialami Ade Diding. Pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Subang tersebut terenggut nyawanya di dalam tahanan. Dugaan sementara, dia dianiaya tahanan lain.

Ade merupakan salah satu tahanan di Polres Subang. Dia ditahan atas laporan dari Rumondor Afiantho dengan nomor laporan LP-B/08/I/2018/JBR/RES SBG tanggal 7 Januari 2018. Ade dilaporkan atas kasus penipuan dan penggelapan.

Ade masuk ke ruang tahanan (rutan) Mapolres Subang pada 6 Juni 2018. Pertama kali masuk, tak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Barulah dua hari berselang atau tanggal 8 Juni 2018, Ade mengeluhkan rasa sakit. Kapolres Subang AKBP M Joni mengatakan saat Ade mengeluh sakit, polisi langsung membawa Ade ke klinik yang berada di Polres Subang.

"Setelah dirujuk ke klinik, enggak ada masalah. Bahkan sudah normal lagi berolah raga," ungkap Joni beberapa waktu lalu kepada detikcom via sambungan telepon.



Beberapa hari berselang, Ade kemudian mengeluhkan kembali rasa sakitnya. Hingga akhirnya, polisi membawa Ade ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang. Pada tanggal 11 Juni 2018, Ade dinyatakan meninggal dunia.

Kematian Ade lalu terungkap lewat media sosial (medsos). Sepucuk surat dari anak Ade yang ditujukan ke Presiden Jokowi mengungkap kematian Ade.



Sebelum viral di medsos, polisi berujar sudah melakukan penyelidikan atas kasus Ade. Hasil penyelidikan, 14 orang tahanan dijadikan tersangka. 13 di antaranya merupakan tersangka dugaan penganiayaan sementara satu orang tersangka dugaan pemerasan.

Motif penganiayaan terhadap Ade sendiri masih jadi misteri. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko belum bisa menyimpulkan penyebab Ade diduga dianiaya tahanan lain.

"Motifnya belum, masih dalam pemeriksaan terlebih dahulu," ujar Truno saat dihubungi, Kamis (19/7/2018).



Disinggung apakah ada tindak pemerasan terhadap Ade, Truno juga belum bisa menyimpulkan. Namun yang pasti, dia menegaskan tak ada pemerasan yang dilakukan oleh anggota polri.

"Pemerasan oleh anggota sudah diyakinkan tidak ada. Cuma budaya mereka dalam artian memang perlu diawasi," katanya.

Di samping itu, polisi juga masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Hasil visum dapat membuktikan penyebab kematian Ade apakah dianiaya atau bukan. (dir/ern)