DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 19:29 WIB

Pilgub Jabar 2018

TB Hasanuddin-Anton Bergerak Jaring Golput

Luthfiana Awaluddin - detikNews
TB Hasanuddin-Anton Bergerak Jaring Golput TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) tak menyerah meski hasil sejumlah lembaga survei menempatkannya pada posisi buncit di Pilgub Jabar 2018. Pasangan calon (paslon) nomor urut empat tersebut bergerak menjaring golongan putih (golput) untuk mendulang suara.

Rendahnya elektabilitas di berbagai survei, tidak membuat Anton ciut. Ia mengklaim paslon Hasanah unggul di 16 kabupaten atau kota di Jabar yang merupakan basis PDIP.

"Ya seperti di Karawang, Cirebon, Bogor, Tasikmalaya kota, Majalengka, Kuningan, masih banyak lah, hampir ada 16 kabupaten," ujar Anton usai kampanye akbar di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).


Untuk menutup wilayah yang suaranya masih lemah, kata Anton, pihaknya telah membentuk Garda RW. Garda ini terdiri dari kader dan relawan.

Menurut Anton, Garda RW ini juga bekerja untuk wilayah yang masih terdapat golput. "Golput (Pilkada Jabar) lalu 12,5 juta. Pemenang di tahun lalu adalah golput. Pa Aher saja tahun lalu menang 6,5 juta. Jadi kami berharap ada suara yang real dari golput," ucap Anton.

Kampanye akbar paslon Hasanah di Karawang ini di antaranya dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua Taruna Merah Putih Maruarar Sirait, Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, dan beberapa artis ibu kota.

Hasto optimistis TB-Anton meraih banyak suara di Pilgub Jabar. "Ada pergerakan sangat signifikan setelah debat terakhir dimana pasangan Hasanah menunjukkan komitmen paling kuat terhadap Pancasila dan NKRI," kata Hasto di tempat sama.


Hasto mengatakan bakal mengevaluasi pergerakan partai. Ia mengklaim, berdasarkan perhitungan sementara, dukungan kepada Hasanah bertambah.

"Besok kami konsolidasi review ulang. Ada pergerakan sangat signifikan setelah debat terakhir. Kita akan evaluasi, perhitungan sementara pergerakan rakyat selisih dengan pasangan nomor dua sebanyak 3,8 persen, karena karakter masyarakat Jabar mengambil keputusan pada detik-detik terakhir," tutur Hasto.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed