DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 20:11 WIB

Pacar Dibayar Setengah Harga AW Tewas, Keluarga: Ini Rekayasa

Syahdan Alamsyah - detikNews
Pacar Dibayar Setengah Harga AW Tewas, Keluarga: Ini Rekayasa Keluarga AW/Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Keluarga AW (18), pemuda yang tewas dikeroyok tiga temannya karena tak terima pacarnya dibayar setengah harga usai berhubungan badan dengan para pelaku, membantah keterangan para pelaku. Keluarga menduga kasus ini direkayasa.

Diwakili EG (50), ayah AW, keluarga menggelar jumpa pers, Selasa (19/6/2018).

"Kalau berdasarkan keterangan yang diberikan kepada media oleh kepolisian seperti AW datang ke hotel WS, pesta miras sambil bawa kekasih lalu kekasihnya berinisial HDP alias AZ itu dipakai orang dan kondisi AW sedang mabuk itu semuanya jelas rekayasa para pelaku," kata EG.


EG menduga anaknya dijebak. Ia menuding ada yang berniat menghancurkan nama baik keluarganya. "Anak saya dijebak, perempuan yang katanya kekasih anak saya ini hanya umpan dari para pelaku. Ada yang berniat menghancurkan nama baik keluarga kami," lanjut EG yang berprofesi sebagai pendidik ini.

Menurut EG, di hari saat AW pergi dari rumah sebelum malam kejadian, EG melihat putranya itu seperti tergesa-gesa sampai-sampai mengenakan sandal jepit sobek.

"Dia pergi tergesa-gesa, seperti ada yang mengancam. Mestinya anak seusia dia mau pergi dari rumah 'nyetil' rapi, ini kan enggak pakai sendal jepit biasa," ucap EG.

HDP yang disebut sebagai kekasih AW juga dibantah oleh EG. Ia mengaku tidak mengenal HDP. "Kalau memang dia kekasih anak saya mestinya dia melapor polisi, ini enggak dia malah ngumpet-ngumpet," tandasnya.


EG meyakini motif kematian anaknya rekayasa. "Ini pembunuhan berencana. Mereka membuat pengakuan yang meringankan pasal hukuman yang mereka terima harusnya dijerat pasal hukuman berencana," tegas EG.

Sebelumnya, tiga pelaku masing-masing IH (29), E alias Batik (34) dan SZ alias Jai (32) dijerat pasal penganiayaan dan pengeroyokan. Dari tiga pelaku EG mengaku sangsi jika mereka adalah teman putranya. Dari semua pelaku hanya IH yang tinggal satu kecamatan dengan korban.

"Kekuarga si IH ini sempat datang memohon-mohon agar bisa kekeluargaan, kami berharap tegakan hukum seadil-adilnya jangan hanya karena pengakuan pelaku lalu hukumannya ringan. Pengakuan mereka juga meruntuhkan kehormatan dan nama baik keluarga kami," tandas dia.



Tonton juga 'Tragis! Sehari Usai Prewedding, Wanita Ini Dibunuh Kekasihnya':

[Gambas:Video 20detik]


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed