Pengusaha Sekitar Citarum Janji Penuhi Tuntutan Jokowi Urus IPAL

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 03 Mei 2018 17:49 WIB
Ketua Apindo Jabar Deddy Widjaja/Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Pengusaha industri di sekitar sungai Citarum merespon permintaan Presiden Joko Widodo soal batasan waktu pembuatan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) selama tiga bulan. Para pengusaha bahkan mendukung langkah Jokowi.

"Saya sangat setuju sekali pemerintah memberi waktu kepada kita. Mudah-mudahan kita bisa melihat hasil yang positif. Kami sungguh-sungguh akan melaksanakan hal tersebut," ucap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Deddy Widjaja usai bertatap muka dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kamis (3/5/2018).

Deddy mengakui sampai saat ini masih ada perusahaan-perusahaan yang belum memiliki IPAL. Bahkan berdasarkan perhitungannya, dari 600 perusahaan, ada 30 persen yang tidak sanggup membangun IPAL.

Berbagai persoalan muncul untuk pembangunan IPAL ini. Salah satunya terganjal masalah biaya pembuatan. Namun Deddy tidak merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan IPAL.

"Rata-rata itu (perusahaan) yang menengah ke bawah dan pas-pasan," katanya.

Selain persoalan biaya, kata Deddy, perusahaan juga kerap terganjal masalah administratif. Dia menjelaskan tak jarang perusahaan kesulitan untuk mendapatkan izin pembangunan IPAL.

"Ada tiga izin yang harus diuruskan dengan perjanjian perusahaan akan menyiapkan pengolahan limbah. Itu harus lengkap. Nah yang tadi para pengusaha sampaikan kami mengurus izin itu sangat sulit , artinya dengan kesempatan baik itu saya akan ke pemerintah coba izin-izin IPAL itu diurus secara kolektif supaya tidak dihambat satu per satu," kata dia.

Kendati demikian, Deddy menegaskan para pengusaha akan berupaya untuk membangun IPAL. Bahkan apabila dirasa tidak sanggup, para pengusaha akan membangun IPAL komunal yang bisa digunakan oleh beberapa perusahaan yang lokasinya berdekatan atau meminta pemerintah mempermudah penerbitan izin IPAL.

"Coba dipermudah izinnya, tapi dengan syarat IPAL ini benar-benar dilaksanakan. Kalau satu perusahaan tidak bisa, bisa pakai komunal tiga perusahaan satu atau lima perusahaan satu IPAL," ungkapnya.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan pengusaha mendukung revitalisasi sungai Citarum, dalam kesempatan itu, para pengusaha mendeklarasikan ikut mendukung program Citarum Harum yang dicanangkan pemerintah. Ada empat poin deklarasi yang intinya melalukan pengelolaan limbah dengan baik.

Deklarasi disampaikan di depan Luhut, Menristek Dikti M. Nasir, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Sejen Watinpres Doni Monardo, Pangdam Siliwangi Mayjen Besar Harto Karyawan dan Wakapolda Jabar Brigjen Supratman.




(avi/avi)