2 Tim Cari Anak Polisi yang Tenggelam di Karanghawu Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 30 Apr 2018 11:03 WIB
ilustrasi orang tenggelam. (Foto: thinkstock)
Sukabumi - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses pencarian Hesa Prakasa Ginanjar (16) yang hilang tenggelam terseret ombak saat berenang di Pantai Karanghawu, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (29/4). Hesa merupakan putra seorang anggota kepolisian Polres Cianjur.

Proses pencarian remaja lelaki tersebut melibatkan anggota Pos SAR Basarnas Sukabumi, DVI Polres Cianjur, Polres Sukabumi, Sarda Sukabumi, TNI, relawan potensi SAR dan unsur masyarakat. Aktivitas etrsebut di bawah kendali Basarnas, masing-masing satuan SAR terbagi menjadi dua tim.

"Sesuai SOP pencarian di bawah kendali SMC (SAR Mission Coordinator) Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman, SRU 1 melakukan pencarian di laut menggunakan perahu karet Basarnas mulai dari TPI Pajagan. Lalu pencarian dengan radius 500 meter dari lokasi kejadian. SRU 2 mencari di darat dengan menyisir sepanjang Pantai Kebon Kalapa hingga Pantai Karang Hawu," kata Koordinator Operasi SAR Basarnas Sukabumi Aulia Solihanto kepada detikcom, Senin (30/4/2018).


Dia menegaskan seluruh potensi SAR dilibatkan. Faktor cuaca menjadi kendala tim lapangan.

"Kita sama-sama berharap Hesa bisa secepatnya ditemukan, namun hari ini kondisi gelombang tinggi pengaruh bulan purnama," kata Aulia.

Hesa Prakasa (16) dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Karanghawu, Palabuhanratu, Sukabumi. Anggota Pos SAR Sukabumi diterjunkan untuk mencari warga Perum Bumi Mas Cianjur itu.


Saat kejadian itu Hesa berenang bersama teman-temannya. Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menyeret korban. Saat itu dua temannya sempat berusaha menolong namun ombak yang kuat melepas genggaman teman-teman korban.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menyebut orang tua Hesa yaitu Ipda Ogin Ginanjar bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Mande. "Putra dari Ipda Ogin Ginanjar, Kanit Reskrim Polsek Mande. Saya merasa prihatin dan merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh orang tuanya," kata Soliyah kepada detikcom, Minggu (29/4). (bbn/bbn)