DetikNews
Rabu 25 April 2018, 15:32 WIB

Pembangunan Kampus ITB di Cirebon Terganjal Lahan

Sudirman Wamad - detikNews
Pembangunan Kampus ITB di Cirebon Terganjal Lahan Bupati Cirebon Selly Andriani Gantina/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Rencana pembangunan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kabupaten Cirebon masih terganjal persoalan pengadaan tanah. Rencananya dibangun di wilayah Kecamatan Arjawinangun, yakni di Desa Geyongan dan Kebon Turi.

Plt Bupati Cirebon Selly Andriani Gantina mengatakan pihaknya terus mendorong agar kampus ITB bisa secepatnya beroperasi di Cirebon.

"Masih banyak PR, utamanya soal pengadaan tanah di dua desa itu (Geyongan dan Kebon Turi). Kita harus selesaikan pengadaan. Lahan yang bakal digunakan untuk pembangunan itu masih belum dilakukan sertifikasi oleh pemda. Kita mendorong agar tanah tersebut bisa disertifikasikan," kata Selly usai rapat persiapan pembangunan ITB bersama dinas terkait di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Rabu (25/4/2018).

Selly mengaku Pemprov Jawa Barat hanya memberikan bantuan keuanga ke Pemkab Cirebon. Karena bentuknya bantuan keungan, lanjut dia, secara otomatis harus menjadi belanja modal. Sehingga bisa dijadikan aset baru untuk daerah.

"Kalau sudah menjadi aset kita, langkah lanjutannya kita hibahkan ke Dikti. Penyelesaian ini terhambat karena ada empat bidang tanah milik desa yang belum mendapat izin dari provinsi," ucapnya.

Lanjut lagi, Selly mengatakan untuk menyiasati persoalan itu pihaknya akan melakukan sertifikasi secara bertahap. "Kalau sudah disertifikasi, SKPD yang bersangkutan menyerahkannya ke bupati untuk diproses menjadi aset pemda," ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Selly menyebutkan luas lahan yang disediakan untuk pembamgunan ITB seluas 30 hektare. Selain di Kecamatan Arjawinangun, dikatakan Selly, ITB juga akan membangun kampus dua di Kecamatan Sumber, tepatnya di Kelurahan Watubelah.

Namun untuk pembangunan kampus dua itu, lanjut Selly, sesuai dengan perjanjian yang telah disahkan sebelumnya oleh Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dengan Pemprov Jawa Barat dan ITB, pembangunan ITB di Watubelah sifatnya hanya pinjam pakai.

"Memang yang kampus dua itu sifatnya hanya pinjam pakai. Dan, pemkab tak merasa keberatan karena ini untuk ITB. Yang di Watubelah ini kan kampus dua, artinya kalau selesai bisa pindah ke kampus utama," kata Selly.

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Jaw Barat Yerry Yanuar mengatakan Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Cirebon telah menyepakati persoalan pengadaan tanah diselesaikan oleh pemkab. "Kita sudah sepakati soal pinjam pakai dan hibah itu. Persepsi kita sudah sama, intinya kita sepakat untuk melakukan percepatan. Kebijakan pembangunan ITB ini intya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) ri Jawa Barat," katanya.

Yerry mengatakan pihaknya memilih Kecamatan Arjawinangun sebagai lokasi pembangunan ITB karena, Arjawinangun memiliki jarak yang lumayan dekat dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

"Intinya pemerataan fasilitas pendidikan ini berkaitan dengan investasi di Jawa Barat dan penyerapan tenaga kerja lokal," kata Yerry.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed