DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 13:58 WIB

Cerita Warga Sebelum Ayah-Anak Tewas Mengenaskan di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Cerita Warga Sebelum Ayah-Anak Tewas Mengenaskan di Sukabumi Lokasi penemuan jasad ayah dan anak di Gunung Sampai Sukabumi. (Foto: istimewa)
Sukabumi - Agung Akbar (30) dan Rafi (2,5) tewas mengenaskan di Gunung Sampai, Kampung Legok Arey, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jasad Agung ditemukan tergantung di atas pohon mahoni, sementara anaknya keadaan leher luka seperti dicekik tergeletak di bawahnya.

Area perbuktian Gunung Sampai berada sejauh 100 meter dari tempat tinggal korban. Untuk menuju lokasi harus melalui jalan tanah dan menanjak. Pohon mahoni tempat Agung tergantung sudah ditebang warga, di sekitar lokasi terpasang garis polisi.

Warga sengaja menebang pohon mahoni tempat korban ditemukan menggantung. Penebangan pohon itu bertujuan menghilangkan kesan horor pascakejadian ayah dan anak tewas.

"Pohon saya tebang, karena warga takut jadi bayangan buruk," tutur Dede Bemo (34), warga setempat, kepada detikcom di lokasi kejadian, Jumat (23/3/2018).


Menurut keterangan Dede, dia sempat melihat korban Agung menggendong putranya pada Kamis (22/3), sekitar pukul 04.30 WIB. Dede tidak sempat bertanya apa-apa, tidak ada kecurigaan sedikit pun saat itu.

"Saya sempat lihat Agung gendong anaknya naik angkot jurusan Jubleg sekitar jam 04.30 WIB. Enggak sempat nanya karena dia keburu naik itu angkot jurusan Jubleg, tapi tujuannya mau kemana saya enggak tahu," tuturnya.

Cerita Warga Sebelum Ayah-Anak Tewas Mengenaskan di SukabumiLokasi ditemukannya jasad ayah dan anak ini terpasang garis polisi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Masih di hari yang sama, warga sempat melihat korban dan anaknya di area perkebunan jati. Saat itu korban terlihat seperti kebingungan, warga tidak ada yang berani bertanya saat itu.

"Ada tukang kebun yang lihat dia di area kebun jati, nyusurin jalan. Setelah itu enggak tau kemana lagi, mungkin dari kemarin dia memang sengaja cari-cari tempat buat gantung diri," kata Dede.

[Gambas:Video 20detik]


Warga mengaku enggan ikut campur dengan kehidupan keluarganya. Namun memang sering terdengar percekcokan antara Agung dengan istrinya, Novi (20).

"Enggak tau masalah apa mungkin namanya juga rumah tangga selalu ada aja masalah, cekcok-cekcok sedikit. Agung ini orangnya rajin ibadah, sehari-harinya dia bekerja sebagai sopir angkot jurusan Baros," ujar Dede.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed