DetikNews
Kamis 15 Maret 2018, 09:38 WIB

Fakta-fakta Senjata 'Pena Ajaib' Rakitan Cipacing

Baban Gandapurnama - detikNews
Fakta-fakta Senjata Pena Ajaib Rakitan Cipacing Senjata 'pena ajaib' rakitan sekelompok pria asal Cipacing Sumedang. (Foto: Dok. Istimewa)
Bandung - Panjangnya sekitar 15 sentimeter. Polisi menyebut pistol berbentuk pena ini mematikan. Empat pria asal Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, secara autodidak merakit pen gun seharga Rp 7 juta per unit

Polisi menangkap Yoga Gama (37), Ekosasih (60), Dian Daryansyah (37) dan Uzza Narashima (37). Senjata api modifikasi ini mereka jual via online. Para tersangka memanfaatkan aplikasi jual-beli untuk memasarkan produk ilegal tersebut.

"Kalau pen gun kodenya 'pena ajaib'. Ini dijual dengan harga tujuh juta (rupiah)," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya saat ekspose kasus tersebut di Mapolda Jabar, Selasa 13 Maret 2018.



Meski bentuknya kecil, menurut Umar, senjata 'pena ajaib' termasuk barang berbahaya. Urusannya nyawa.

"Iya bisa dikatakan begitu (benda mematikan)," ujar Umar.

Komplotan Cipacing memproduksi ilegal pen gun. Mereka mencari bahan dan merakit hingga membentuk benda serupa pena. Di dalam pena bercat perak itu, terdapat selongsong yang hanya dapat diisi oleh satu butir peluru dengan diameter 22 milimeter.

[Gambas:Video 20detik]


Sejak 2015 mereka merakit 'pena ajaib'. Tercatat ada 15 unit 'pena ajaib' diproduksi komplotan Cipacing.

"Untuk cara menembaknya, ini menggunakan per di dalamnya. Jadi tinggal ditarik penegangan yang di luarnya, langsung nembak didorong oleh per di dalam," kata Umar.

Umar mengungkapkan konsumen pen gun Cipacing ini cukup tinggi. "Biasanya yang beli kolektor," kata Umar.


Para kolektor pistol pena, sambung Umar, dapat diproses hukum. Polda Jabar bergerak memburu kolektor 'pena ajaib' karya Cipacing.

"Untuk pembuatnya sudah habis (di empat perakit). Kita saat ini menginventarisir pembelinya," ujar Umar.

Seluruh tersangka diganjar Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang tanpa hak memasukkan, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau memiliki, menyimpan dan mempergunakan senjata api, amunisi dan bahan peledak. Keempatnya diancam kurungan di atas tujuh tahun bui.


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed