3 Bocah Korban Penganiayaan Pengamen di Bandung Alami Trauma

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 13 Feb 2018 15:42 WIB
Salah satu korban penganiayaan/Foto: dok.Polrestabes Bandung
Bandung - Aksi penyiksaan sadis dilakukan SP (15) kepada tiga bocah pria. Ketiga korban yang terluka ini mengalami trauma mendalam pascakejadian horor tersebut.

"Ya kalau dilihat sepintas saat kejadian pasti mengalami trauma," ujar Kapolsek Regol Kompol Adanan di Mapolsek Lengkong, Jalan Moh Toha, Bandung, Selasa (13/2/2018).


Kasus penganiayaan yang dilakukan SP, pengamen jalanan, terjadi di sebuah area kosong di Jalan Moh Toha, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Minggu (4/2) sore. Kala itu, tiga bocah berinisial R (12), S (12) dan I (12) tengah menunggu angkutan umum.

Tiba-tiba pelaku mendatangi tiga bocah tersebut sambil memeras. Lantaran tidak memberikan uang yang diminta, pelaku membawa korban ke area kosong. Di lokasi tersebut SP menyiksa ketiga korban.

Polisi siap mendampingi pemulihan psikologi para korban. "Kalau di Polsek tidak ada unit khusus untuk trauma healing, kalau di Polrestabes ada. Kita tawarkan kalau memang membutuhkan," kata Adanan.

Ketiga korban mengalami luka cukup serius. Bahkan akibat penyiksaan yang dilakukan SP, salah seorang korban berinisial I jatuh pingsan.

"Pada saat kejadian ada salah satu korban sempat tidak sadarkan diri akibat pukulan di tengkuk kepala," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo saat dikonfirmasi via pesan singkat.

[Gambas:Video 20detik]


Polisi mendapat laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Bocah tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

"Korban harus dirawat inap satu hari karena harus dilakukan observasi oleh dokter Sartika Asih. Tapi keesokan harinya sudah sadar dan boleh pulang. Dia dijemput keluarganya," kata Hendro.

Selain I yang pingsan disiksa, rekan lainnya mengalami aksi lebih sadis. Pelaku diduga nekat menggunting telinga korban berinisial R.

"Ada salah satu korban mengalami luka di telinga kanannya," kata Hendro. (bbn/bbn)