Polisi Buru 'Khuntet Heri' Penghina Warga Sukabumi

Polisi Buru 'Khuntet Heri' Penghina Warga Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 30 Jan 2018 21:51 WIB
Polisi Buru Khuntet Heri Penghina Warga Sukabumi
Ilustrasi. (Foto: detikINET/Irna Prihandini)
Sukabumi - Polisi memburu pemilik akun bernama 'Khuntet Heri' yang membuat postingan bernada SARA dan hinaan kepada warga Sukabumi. Akun tersebut menggunakan foto milik Heri Santoso (33), penjual burung, yang merasa dirugikan atas status yang dibuat oleh akun tersebut.

Unggahan akun tersebut sempat membuat gaduh warganet yang tergabung di beberapa grup Facebook area Sukabumi. Bahkan beberapa warganet ikut mengomentari dengan nada emosional terhadap ulah akun 'Khuntet Heri'.

"Postingan itu mempergunakan foto dari seseorang bernama Heri Santoso, si pemilik foto ini juga keberatan karena merasa tidak memiliki Facebook atas nama itu lalu tiba-tiba postingan muncul dan menjelek-jelekan warga Sukabumi," kata Kapolsek Nagrak Kompol Parlan via telepon, Selasa (30/1/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Polisi tengah menyelidiki terkait laporan tersebut. Heri sudah membuat laporan karena merasa keberatan pencatutan foto di akun 'Khuntet Heri' yang mengumbar teks ujaran kebencian.

"Untuk sementara kita akan sarankan supaya Heri menginap di Polsek mengingat dia sendiri tidak nyaman karena ada beberapa pihak yang terprovokasi atas postingan itu. Kita akan selidiki siapa orang yang menggunakan foto dan membuat status itu," kata Parlan.

Heri saban hari berjualan burung. Dia mengaku memang pernah membuat akun Facebook dan itu pun dibuatkan temannya. Awalnya dia merasa kaget setelah didatangi sejumlah orang karena ujaran di status Facebook akun itu memicu kemarahan.

Karena khawatir timbul hal yang tidak diinginkan, Heri meminta perlindungan polisi. "Saya tahu dicari-cari orang itu dari beberapa warga yang datang ke tempat jualan. Itu (akun 'Khuntet Heri') bukan saya. Saya keberatan jika foto saya digunakan untuk hal seperti itu makanya saya juga buat laporan polisi," tutur Heri. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads