"Lihat saja ponsel yang saya pakai seperti ini, terakhir punya Facebook itu pas saya pakai Blackberry. Setelah itu nggak buka-buka lagi," kata Heri kepada sejumlah media di Polsek Nagrak, Jalan Raya Palabuhanratu - Sukabumi, Selasa (30/1/2017).
Heri mengaku mengetahui tentang status hinaan itu setelah beberapa warga mendatangi tempat jualannya di Jalan Pamuruyan, Nagrak. Karena merasa tidak membuat status seperti itu, Heri kemudian mencari perlindungan ke polisi dengan melaporkan akun bernama 'Khuntet Heri'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahan teks yang dibuat oleh akun bernama 'Khuntet Heri', tertulis tantangan dan hinaan kepada warga Sukabumi. Foto yang digunakan akun itu memang wajah Heri Santoso. Unggahan itu kemudian dikomentari ratusan warganet yang terpantik kemarahan akibat tulisan bernada provokasi itu.
Heri saat melaporkan akun Facebook yang mencatut nama dan fotonya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom) |
"Yang bersangkutan mengaku bukan pemilik status yang diposting di Facebook, dia hanya menjelaskan jika foto dan namanya dicatut. Dia memang pernah dibuatkan Facebook oleh temannya, tapi sudah lama tidak pakai karena ponselnya sudah dia jual," ujar Parlan.
Parlan mengimbau agar pengguna media sosial tidak mudah terprovokasi sebelum mengetahui kejadian sebenarnya.
"Jadi jangan mudah di adu domba oleh media sosial, lebih baik jeli dan hati-hati menanggapi setiap postingan di media sosial. Pakai foto siapa kemudian dibuat untuk menjelek-jelekan, kemudian terprovokasi akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan kepada orang yang fotonya dipakai itu," tutur Parlan. (bbn/bbn)












































Heri saat melaporkan akun Facebook yang mencatut nama dan fotonya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)