DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 20:07 WIB

Begini Penampakan Bungker Karamat Sukabumi dari Dalam

Syahdan Alamsyah - detikNews
Begini Penampakan Bungker Karamat Sukabumi dari Dalam Penemuan lubang mirip bungker/Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Tim Speleologi dan Caving Sukabumi (Spelcabumi) menghentikan proses penggalian di bangunan mirip bungker di Kampung Karamat, RT 2 RW 3 Kopeng, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jabar.

Belum jelas alasan penghentian tersebut namun menurut pihak Spelcabumi mereka menunggu instruksi lebih jauh dari Litbang Bappeda Kota Sukabumi.

Pengamatan detikcom Kamis (18/1/2018), lokasi bungker yang sebelumnya ramai dengan kedatangan warga terlihat sepi. Hanya ada beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi lubang sesekali melintas sambil memperhatikan kondisi lubang sedalam kurang lebih 2 meter tersebut.
suasana di dalam bungkersuasana di dalam bungker Foto: Syahdan Alamsyah

[Gambas:Video 20detik]


Salah seorang warga memperbolehkan detikcom untuk masuk ke dalam lubang tersebut. Karena penasaran, akhirnya satu persatu titian anak tangga dilalui hingga ke dasar tanah, sebelum lokasi tembokan yang sempat dilubangi untuk penelitian.

"Baca doa dulu, khawatir ada apa-apa," teriak warga yang menahan tangga bambu dari atas lubang.

Perlahan-lahan lubang di tembok atas dimasuki, udara seketika berubah terasa lebih lembab. Ketinggian dari lubang tembok hingga dasar kurang lebih 1,5 meter, pijakan tanah terasa lembek dan basah. Pemandangan sekitar minim pencahayaan, salah satu dinding di bagian barat terasa keras ketika di sentuh.

Ukuran lubang di bagian dalam bangunan di bawah permukaan tanah tersebut memiliki lebar kurang lebih 1,5 meter dan panjang kurang lebih 2,5 meter. Pijakan sepatu masih tanah, karena memang Spelcabumi belum melakukan penggalian hingga ke dasar.
Begini Penampakan Bungker Karamat Sukabumi dari DalamFoto: Syahdan Alamsyah

Sebuah bulatan tampak mencuat keluar dari dinding tanah, diduga bulatan sepanjang kurang lebih 30 sentimeter dan berdiameter hampir 20 sentimeter itu terbuat dari tanah liat dan berwarna coklat. Tidak tahan lama-lama berada di dalam detikcom kemudian keluar dari dalam bangunan tersebut.

Ketika ditanyakan terkait benda coklat tersebut, Ferry Saputra, pembina sekaligus pendiri Spelcabumi menduga jika benda itu adalah saluran atau pipa untuk menyalurkan air.

"Itu saluran pembuangan komunal, dan itu yang mengalirkan airnya. Atau bisa juga ventilasi udara dan lainnya perlu penelitian lebih lanjut," singkatnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed