Tangis Haru Iringi Pemakaman Bayi di Sukabumi yang Diracun Ayah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 08 Jan 2018 09:22 WIB
Jenazah Kaisar Alfikar dibawa menuju tempat pemakaman. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Tangis haru mengiringi pemakaman Kaisar Alfikar, bayi berusia 14 bulan, yang tewas diracun ayah kandungnya, M Taufik. Jasad bayi malang itu dibawa keluarganya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tidak jauh dari rumah duka, Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat.

Baca juga: Pria Bertato di Cirebon Ini Tega Racuni Bayinya hingga Tewas

Karis Yunita (18), ibu kandung Kaisar, menunduk dan menutupi wajahnya dengan jilbab yang dipakainya. Isak tangis keluarga dan pelayat terdengar mengiringi jasad Kaisar yang perlahan masuk liang lahat, Senin (8/1/2018).

"Saat dia (pelaku) nelepon dia nyuruh saya pulang dari kerjaan memang sudah ancam-ancam, saya sempat curhat ke teman saat itu mereka nenangin dan bilang itu hanya ancaman saja," ungkap Karis kepada detikcom, usai pemakaman putranya.
Tangis Haru Iringi Pemakaman Bayi di Sukabumi yang Diracun AyahKeluarga dan tetangga saat di pemakaman bayi yang tewas diracun ayah kandungnya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom).
Karis tak menyangka suaminya tega menghabisi nyawa putra semata wayang itu. Sebab selama ini dia tahu suaminya sayang kepada Kaisar. Namun Karis menyadari jika pria bertato yang sudah dinikahinya selama hampir tiga tahun itu tergolong nekat.

"Dia memang nekat orangnya, meski terkadang baik sama anak. Saya belajar ikhlas belajar nerima semuanya, saya langsung pulang dari tempat kerjaan begitu dapat kabar kejadian ini," ujarnya.

Baca juga: Kakek Bayi yang Diracun Ayahnya Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Karis mengaku baru 1,5 bulan lebih bekerja di Batam, Kepulauan Riau. Perempuan bertato ini mengaku mendapat tentangan dari suaminya ketika bekerja di Batam.

"Dia nelepon lagi pada Kamis (5/1/2018) nyuruh saya pulang, tapi posisi saya sedang kerja. Jadi enggak bisa pulang, dia lalu mengancam mau bunuh anak. Saya pikir saat itu hanya gertakan saja, tahunya benar kejadiannya begini," sesal Karis.

Karis mengaku kerja sebagai penjaga konter handphone di Batam. Ia mencari nafkah lantaran tidak mau membebani keluarganya. Sementara suaminya tersebut menganggur. (bbn/bbn)