Desain Masjid Terapung Gedebage Hasil Keroyokan Arsitek ITB

Mukhlis Dinillah - detikNews
Jumat, 29 Des 2017 20:37 WIB
Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Masjid terapung yang berada di kawasan Gedebage, Kota Bandung, akhirnya mulai dibangun. Masjid yang diberi nama Al Jabbar tersebut merupakan hasil karya keroyokan arsitek yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pembangunan Masjid Al Jabbar ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wagub Jabar Deddy Mizwar di Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung, Jumat (29/12/2017).

Kepala Dinas Bina dan Penataan Ruang Jabar M Guntoro mengatakan masjid yang dikelilingi danau buatan tersebut merupakan gagasan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Namun, sambung dia, urusan desain diserahkan kepada konsultan perencanaan.

"Gagasan dari Gubernur, kemudian dilanjutkan oleh konsultan perencana PT Yodya Karya yang mewadahi TABG (tenaga ahli bangunan gedung) dan Ikatan Arsitek Indonesia dari ITB. Mereka yang desain masjid itu," kata Guntoro saat dihubungi via telepon genggam.

Ia menuturkan proses penentuan desain Masjid Al Jabbar yang ada sekarang, butuh waktu cukup lama hingga akhirnya disetujui oleh Aher. Bahkan, pihaknya sempat ke Arab Saudi untuk mencari inspirasi untuk diadopsi ke masjid bernilai proyek hampir Rp 1 triliun itu.

"Murni hasil konsultan. Kita rapat terus di (gedung) pakuan menentukan desain sampai disetujui pak Gubernur. Kami juga sempat ke Arab Saudi untuk lihat-lihat," ungkap dia.

Dia memastikan tidak ada campur tangan Ridwan Kamil dalam perencanaan maupun desain Masjid Al Jabbar. Bahkan, sambung dia, Ridwan Kamil telah melakukan klaim sepihak atas desain masjid yang berdekatan dengan Stadion GBLA tersebut.

"Jadi tidak ada keterikatan dengan Ridwan Kamil. Ah males itu, mengklaim seperti itu. Kan politis itu, saya gak mau. Ini kan biaya lahan provinsi kan gak ada urusannya," tegas Guntoro.

Baca juga: Keren, Bandung Bakal Punya Masjid Terapung

Sebelumnya, Ridwan Kamil mengaku diminta bantuannya oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk merancang masjid terapung dan danau raksasa yang berdiri di lahan seluas 26 hektar tersebut.

"Peran saya sebagai pribadi hanya bantu desain (masjid) saja," kata beberapa waktu silam.

Menurut Emil yang juga arsitek ini, saat itu mengatakan kelak menjadi bangunan monumental serta menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Emil sebenarnya berkomitmen tak melakukan job sampingan setelah menjabat wali kota.

Baca juga: Bantu Proyek Masjid Terapung di Gedebage, Ridwan Kamil Ungkap Wasiat Ortu

Namun ia mengaku tak bisa menolaknya. "Wasiat orang tua (bapak) saya, kalau untuk (mendesain) masjid ya mesti membantu. Sesibuk-sibuknya saya untuk mendesain masjid, saya harus turun berkontribusi," tutur Emil.

Pria berkacamata itu juga pernah memposting wujud masjid yang hampir serupa dengan desain sekarang. Dalam postingannya pada tahun 2014 tersebut, Emil melengkapinya dengan caption 'rencana proyek masjid raya terapung di gedebage. Kerjasama pemprov dan pemkot bdg'. (ern/ern)