Hal itu diungkapkan Emil, sapaan Ridwan, saat memberi arahan pada acara Temu Kader Posyandu Kota Bandung 2017 di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Senin (13/11/2017).
"Konsep pelayanan saat ini multi fungsi tidak hanya bagi ibu dan anak, tapi keluarga bahkan lansia," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akan segera mengakhiri masa jabatannya pada awal 2018 itu juga menitipkan agar para kader Posyandu bisa menjadi kader kebersihan. Hal itu dilakukan untuk menjaga perolehan tiga Piala Adipura mulai 2015-2017.
"Jangan lupa berterima kasih pada petugas penyapu jalanan dan pasukan gorong-gorong. Kalau ada Rp 2-5 ribu kasih lumayan buat tambahan, atau minimal tepuk punggung mereka, sapa mereka, minimal senyum pada mereka," tutur Emil.
Sebagai orang yang mengenal lingkungan, para kader juga diharapkan berperan aktif dalam isu-isu sosial. "Kader Posyandu harus jadi kader perubahan. Ada yang KDRT, atau ada yang punya hutang ke rentenir sampaikan (promosikan) ada kredit mesra, kredit bagja. Jadi ibu-ibu bermanfaat bukan hanya di Posyandu tapi di masyarakat," ujarnya
"Siapa tahu nanti ada anak yang diurus oleh ibu-ibu (kader) besarnya jadi Wali Kota Bandung atau Presiden. Kita tidak akan tahu kebaikan kita akan bermuara di mana," kata Emil.
Sekda Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan acara temu kader tersebut bukan hanya sebagai peringatan tahunan. Namun juga sebagai ajang berbagi dan diskusi antara kader.
"Bukan hanya peringatan dan silahturahmi saja tapi ada makna. Makna yang lebih kuat dan serius untuk membangun Posyandu yang berkualitas dan mandiri," ujar Yossi. (bbn/bbn)










































