Deden Kurnia (35), warga Kecamatan Katapang, mengatakan sejak awal Ramadan bersama istri, Teti Karyati (32), dan anaknya, Dipo Kurnia (6), kerap berkunjung ke penangkaran rusa di lokasi tersebut. "Anak saya masih belajar puasa full sehari. Biasanya sekitar jam lima sore mepet ke magrib, suka merengek lapar. Jadi harus diajak ngabuburit, kalau enggak gitu suka rewel," kata Deden di area penagkaran rusa, Selasa (13/6/2017).
Ia menjelaskan, ngabuburit di penangkaran rusa lebih hemat dibanding bermain ke mal atau pusat perbelanjaan. "Ngabuburit di sini lebih hemat uang daripada main game di mal. Kalau disini (penangkaran rusa) paling habis 20 ribu rupiah, harga mainan rusa yang dijual juga cuma dua ribuan rupiah. Kalau main game ke mal bisa habis 100 ribu rupiah," tutur Deden.
Penjual wortel hadir di area penangkaran rusa. Foto: Wisma Putra |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Deden, Iman (43) warga Soreang kerap mengajak anak bungsunya, Refi Saputra (7), berkunjung ke penangkaran rusa ini sambil ngabuburit. "Kalau habis satu ikat wortel dan kangkung, balik lagi ke rumah. Sudah lima kali ke sini selama puasa sekarang," ujar Iman.
Banyaknya warga yang ngabuburit di penangkaran rusa mendatangkan rejeki bagi penjual wortel dan kangkung, Saodah (65). "Wortel dan kangkung ini dijual dua ribu rupiah perikat. Saya berjualan pakan rusa sudah hampir setahun ini, tapi ramai-ramainya pas puasa saja karena kalau hari biasa cuma Sabtu-Minggu yang ramainya," ujar Saodah. (bbn/bbn)












































Penjual wortel hadir di area penangkaran rusa. Foto: Wisma Putra