Pahit Getir Nenek Eti Sebelum Huni 'Gerobak' di Bandung

Pahit Getir Nenek Eti Sebelum Huni 'Gerobak' di Bandung

Avitia Nurmatari - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 15:56 WIB
Pahit Getir Nenek Eti Sebelum Huni Gerobak di Bandung
Eti (88). Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Eti sudah enam tahun menghuni gerobak kayu. Penghasilannya sebagai pemulung di Kota Bandung, tidak mampu untuk membayar biaya kontrakan. Perempuan berusia 88 tahun ini bercerita pahit getir kehidupannya.

Sebelum memulung, sang nenek tersebut pernah berdagang. Namun bisnis dilakoninya bangkrut.

Baca juga: Kisah Nenek Eti, Manusia 'Gerobak' Sebatang Kara di Bandung

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pernah mencoba ragam usaha. Mulai dari berjualan pakaian hingga berjualan kopi di pinggir jalan. Rupanya usaha tersebut tak membuahkan untung segunung, nenek Eti malah merugi dan berujung gulung tikar.

"Saya pernah jualan kredit baju gitu, tapi pada enggak bayar. Terus jualan kopi banyak yang berutang juga," ujar Nenek Eti kepada detikcom ditemui di Jalan Suniaraja, Sabtu (3/6) lalu.

Kini penghasilan utamanya hanyalah memulung plastik bekas air minum dalam kemasan. Jika lagi beruntung, penghasilannya satu hari bisa Rp 20 ribu hingga 25 ribu.

"Kalau sepi ya di bawah itu. Apalagi sekarang bulan Ramadan kan sedikit yang minum," ucapnya.
Pahit Getir Eti Sebelum Huni 'Gerobak' di BandungEti sudah enam tahun menghuni gerobak kayu. Foto: Avitia Nurmatari

Enam tahun lalu, Eti datang dari Brebes, Jawa Tengah, untuk mencari peruntungan di Bandung. Ia sebatang kara ini pulang kampung tiap beres Hari Raya Idul Fitri.

"Daripada di Brebes saya bergantung ke saudara, saya lebih suka cari uang sendiri. Pulang kalau habis Lebaran pakai bus," tutur Eti.

Meski renta, Eti masih kuat mendorong gerobak kayu. Dinginnya cuaca malam hari di Bandung sudah menjadi sahabat baik. Bagi dia, tidur di dalam gerobak beralaskan kasur tipis dan ditutup spanduk itu sudah cukup.

"Saya kalau punya uang lebih ingin jualan kopi lagi. Memulung sekarang sudah susah, karena banyak juga yang jadi pemulung di sini," ucap Eti. (avi/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads