Selain memantau dan mengamankan massa dari Jabar yang bergerak ke Jakarta jelang aksi damai 2 Desember, seluruh jajaran Polda Jabar harus lebih jeli mendeteksi ancaman terorisme. Jangan sampai ada penyusup yang terbawa rombongan ke Jakarta.
"Termasuk untuk antisipasi dari ancaman kriminalitas dan teroris. Seluruh personel di Polda Jabar sudah saya bekali untuk mencegah dari ancaman-ancaman seperti itu. Harus jeli," kata Bambang usai kegiatan Apel Gabungan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (29/11/2016).
Foto: Masnurdiansyah |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca Juga: 9 Terduga Teroris Menyusup di Demo 411, Tujuannya Rebut Senpi Polisi)
"Penangkapan kemarin (teroris) di Majalengka, itu sangat berkembang dan bahkan kejadian 4 November (demo di Jakarta) kemarin, orang-orang tersebut (teroris) sudah gabung di sana. Jangan sampai itu terjadi lagi," kata Bambang.
Jenderal bintang dua ini memastikan pola keamanan di seluruh daerah Jawa Barat sudah ditingkatkan. "Berkat kesiapan kita, akhirnya mereka bisa kita lakukan penangkapan," ujarnya.
Bambang menyebut ancaman teror tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bahkan setiap saat polisi harus selalu waspada dan mengantisipasi aksi terorisme.
"Kita tetap antisipasi untuk itu, karena ancaman teror itu tidak bisa kita diabaikan," ucap Bambang.
Foto: Masnurdiansyah |
"Ini penting karena kalau ada wajah baru atau penyusup dari mana-mana, korlap dan pihak keamanan sudah bisa mengambil tindakan," tutur Bambang. (bbn/bbn)












































Foto: Masnurdiansyah
Foto: Masnurdiansyah