Rancaekek Kembali Tergenang, Motor dan Mobil Masih Bisa Melintas

Rancaekek Kembali Tergenang, Motor dan Mobil Masih Bisa Melintas

Masnurdiansyah - detikNews
Jumat, 11 Nov 2016 18:13 WIB
Rancaekek Kembali Tergenang, Motor dan Mobil Masih Bisa Melintas
Foto: dokumentasi Satlantas Polres Bandung
Kabupaten Bandung - Ruas Jalan Rancaekek atau tepatnya depan pabrik Kahatex, Kabupaten Bandung, kembali terendam banjir. Hujan besar mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari mengakibatkan debit air meningkat.

"Jadi untuk jalur dari arah Nagreg menuju Cileunyi genangan air sudah mulai surut. Tidak ada pengalihan arus untuk kendaraan dari Garut ke Bandung," ujar Kasat Lantas Polres Bandung AKP AKP Rezkhy Satya Dewanto kepada detikcom via telepon, Jumat (11/11/2016).

Ketinggian air di lokasi tersebut sempat 40 sentimeter, kini berangsur surut sekitar 25 sentimeter. Hingga pukul 17.35 WIB, personel Polres Bandung bersiaga di sekitar area genangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati banjir menggenang kawasan tersebut, arus lalu lintas dari arah Garut menuju Bandung tidak ada pengalihan. Arus lalu lintas dari arah Nagreg menuju Bandung, lanjut Rezkhy, masih bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Arus lalu lintas masih bisa ditembus oleh seluruh jenis kendaraan, dan di sini ada tiga lajur itu penuh dan sedikit tersendat padat merayap," katanya.

Petang ini ekor kemacetan kendaraan menuju arah Bandung sudah sampai di depan pabrik Coca Cola. Rezkhy menyebut ada antrean kendaraan sekitar 1 kilometer. Sementara kemacetan kendaraan dari arah Cileunyi menuju Garut terjadi sampai depan Simpang Raya.

"Sementara itu kalau kendaraan yang dari arah Cileunyi ke Garut kita alihkan ke Jatinangor dulu nanti keluar di Parakan Muncang baru bisa dilanjutkan lagi perjalanannya," ucap Rezkhy.

Petugas kepolisian masih bersiaga di lokasi banjir. Mereka sibuk mengatur arus lalu lintas yang karena padatnya kendaraan.

"Kedua jalur bisa dilalui sekarang hanya sebagian biar tidak terjadi antrean kendaraan panjang yang ke Garut kita alihkan ke Jatinangor," ujar Rezkhy. (bbn/bbn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini