Tabrakan Truk di Ciherang, Cadas Pangeran Macet Parah

Tabrakan Truk di Ciherang, Cadas Pangeran Macet Parah

Erna Mardiana - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 20:22 WIB
Tabrakan Truk di Ciherang, Cadas Pangeran Macet Parah
Ilustrasi/Foto: Muhajir Arifin
Bandung - Arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Sumedang atau pun sebaliknya tidak bergerak berjam-jam. Penyebabnya terjadi tabrakan antara dump truk yang membawa urugan tanah di daerah Ciherang, tepatnya di gerbang pintu 'Selamat Datang di Sumedang'.

Kecelakaan itu terjadi pukul 16.00 WIB, Rabu (11/11/2015). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hingga kini arus lalu lintas masih tersendat, karena kendaraan yang terlibat kecelakaan masih dalam proses evakuasi.

Menurut Kasatlantas Polres Sumedang AKP Zainul Arifin, tabrakan itu berawal dari sepeda motor yang akan menyalip empat drum truck yang berjalan berkonvoi. Truk itu muatannya berupa urugan tanah untuk dibawa ke Majalengka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah pada saat bersamaan saat sepeda motor itu menyalip, ada sebuah bus dari arah berlawanan. Sepeda motor menghindar dengan banting ke kiri, sehingga motornya masuk ke bawah truk. Pengendaranya sendiri loncat, ia hanya terkilir kakinya," ujar Zainul saat dihubungi melalui telepon.

Setelah motor masuk ke dalam kolong truk, rem truk blong dan menabrak truk yang berjalan di depannya. "Truk yang ditabrak enggak apa-apa, yang menabrak ini yang rusak parah bagian depannya," jelas Zainul.

Zainul mengaku proses evakuasi truk cukup lama, sebab mobil derek pun tidak bisa menderek truk yang muatannya penuh dengan urugan tanah. "Akhirnya si truk yang rusak itu digendong oleh truk teman-teman lainnya. Jadi ditarik dari depan dan didorong dari belakang juga," jelasnya.

Proses evakuasi tersebut baru selesai sekitar pukul 18.30 WIB. "Truk dibawa tempat yang agak luas untuk bisa parkir," katanya.

Akibatnya, arus lalu lintas dari Bandung ke Sumedang maupun arah sebaliknya dari mulai Cadas Pangeran hingga Ciherang, berjam-jam tidak bergerak sama sekali. "Sekarang sudah mulai terurai sedikit, tapi antrean masih panjang, sekitar 2 kilometer, Karena banyak juga mobil yang mogok," ujar Zainul.

(ern/err)


Berita Terkait