Aa Gym intinya berbicara bahwa kesuksesan dan posisi jabatan merupakan amanah yang mesti dilakoni secara baik. Terpaan bisa saja menghadang dan bergoyang kencang sewaktu orang meraih sukses dan meniti jabatan tinggi
"Kang Emil harus ingat, makin banyak prestasi, pasti akan ada seksi dengki. Selain puji, pasti akan ada dengki yang menjatuhkan," ucap Aa Gym di hadapan Emil dan pejabat utama Pemkot Bandung serta ribuan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Balaikota, Jalan Wastukancana, Senin (27/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika pujian datang, menurut Aa Gym, siap-siap saja berhadapan dengan dengki. Dia meminta jangan kaget dan heran.
"Nabi Muhammad saja yang sempurna akhlaknya masih banyak yang sebal. Apalagi kita," ujar Aa Gym menambahkan.
Aa Gym lalu berujar soal jurus yang perlu dimiliki Emil guna mengatasi ragam tekanan yang bergulir tanpa perlu dendam dan sakit hati.
"Tenang Kang Emil. Ada elmunya (ilmunya). Abdi oge tos nyobian dikekesek (saya pernah merasakan dibully). Kalau ada yang memuji atau mencaci, sing (harus) bersih hati," katanya yang disambut senyum oleh Emil.
Menurut Aa Gym, justru bahaya bakal melanda kalau kita menghina orang. Makanya, sambung dia, jangan pernah dendam dan sakit hati jika ada orang yang tidak suka saat kesuksesan berhasil kita gapai.
"Karena sesungguhnya tidak ada yang membahayakan selain kelakuan kita sendiri. Jadi harus pegang tiga prinsip ini, yaitu saya aman bagimu, saya menyenangkan bagimu dan saya bermanfaat bagimu," tutur Aa Gym.
(bbn/ern)











































