Kereta Rel Diesel (KRD) jurusan Cicalengka-Padalarang yang menuju Stasiun Bandung menghantam tubuh Ade di dekat palang pintu perlintasan kereta api, Jalan Laswi, Senin (1/6/2015), sekitar pukul 15.45 WIB. Ade tercatat sebagai warga Antapani Kulon, RT 05 RW 05, Kecamatan Antapani, Kota Bandung.
Suprihanto (53), petugas jaga palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Laswi, kaget lantaran mendengar rem kereta berderit keras. Insiden tersebut menggemparkan warga setempat.
"Kereta langsung rem sekaligus setelah orang itu tertabrak dan tergilas," ujar Suprihanto sewaktu ditemui wartawan di pos penjagaan.
Dia menjelaskan, masinis KRD Cicalengka-Padalarang sempat sejenak memberhentikan lajunya.
"Kira-kira sejauh empat meter tubuhnya (Ade) terseret," ucapnya.
Belum diketahui jelas kronologi Ade tewas tertabrak kereta. Warga menyebut jika Ade nampak seperti orang bingung sewaktu berjalan di jalan bebatuan yang memisahkan jarak dua jalur rel.
"Kalau kata anak kecil yang melihat, dia (Ade) mondar-mandir sambil menelepon. Enggak berapa lama, dia tiba-tiba loncat ke jalur rel yang waktu tadi bersamaan melintas kereta," kata Abah Trafo (56), warga setempat yang rumahnya berada di pinggir rel.
Spekulasi menyeruak dalam pikiran warga kalau Ade diduga sengaja menabrakan diri. Jenazah Ade yang memakai jaket hitam dan celana panjang cokelat itu diboyong ke RS Hasan Sadikin menggunakan ambulans PMI Kota Bandung. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut.
(Baban Gandapurnama/Erna Mardiana)











































