Seperti diketahui, Pemkot Bandung menyabet juara satu untuk konsep Eco-Distric di kawasan Tamansari-Cikapundung beberapa waktu lalu. Bandung yang berhasil menyisihkan 140 Kota lainnya di Indonesia mendapat dana hibah dari Perancis untuk penataan kawasan itu.
"Tim dari konsultan Prancis ini datang untuk memvalidasi data, wawancara dan lainnya sebagi persiapan," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.
Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, pertengahan Mei ini tim Bandung akan diundang ke Prancis untuk mempresentasikan konsep Eco-Distric yang sudah disiapkan Pemkot Bandung.
"Presentasinya nanti salah satunya di depan Pemerintah Prancis dan Lembaga. Setelah oke dari Prancis, baru kami mulai gerak mentransformasikan konsep itu. Tim yang berangkat dari Bappeda," terang Emil.
Konsep Eco-Distric sendiri yakni membangun kawasan ramah lingkungan namun tanpa menggusur warga sekitar. Nantinya kawasan Cikapundung-Tamansari akan menjadi lebih bersih dan asri.
"Sungai Cikapundungnya dijernihkan, ada pembangkit listrik, daerah kumuhnya juga direvitalisasi menjadi kawasan baru, ada pemanfaatan energi matahari juga," jelas Emil sambil menambahkan ad 23 RW yang akan menjadi kawasan Eco Distric di kawasan tersebut.
Emil berharap kerja sama dengan Prancis ini bisa membuat beberapa kawasan Bandung menyandang predikat kelas dunia.
"Harapannya, beginilah cara membangun Bandung dari permasalahan menjaadi konsep penataan kelas dunia," harapnya.
Disinggung soal dana hibah yang akan dikucurkan Prancis untuk menata kawasan tersebut, menurut Emil nilainya sekitar puluhan miliar.
"Dananya fleksibel, bisa lebih dari yang kami mau. Bagimana nanti konsepnya. Nilainya sekitar puluhan miliar," tandasnya.
(avi/ern)











































