Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan gerakan zero waste home ini, akan ada pengurangan produksi sampah yang dilakukan mulai dari rumah warga.
"Saya optimis karena Bandung warganya partisipatif. Saya melihat dari gerakan sejuta biopori kemarin. Asalkan pemerintah, komunitas, dan warga bisa berkolaborasi," kata pria yang akrab disapa Emil ini di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (21/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengoptimalkan zero waste home, Pemkot juga akan mengembangkan pengolahan sampah dengan teknologi bio digester.
"Bio digester ini rencananya akan ada satu di tiap RT. Untuk dananya sendiri ya kita bagi-bagi tugas. Bisa dari APBD atau APBN. Karena Kementrian Lingkungan Hidup pun mengaku siap mendukung," jelasnya.
Lebih lanjut Emil mengatakan, Asian Developement Bank juga siap mendukung pendanaan bio digester melalui dana hibah yang disampaikan oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU). Rencananya, akan dibuat bio digester raksasa di kawasan pasar Gedebage.
"Ini berbeda dengan insenerator. Dalam waktu sebulan dua bulan, Insya Allah akan terbangun di Pasar Gedebage. Suratnya sudah saya tandatangani. Tanah dari kita dan dananya hibah dari ADB," ucapnya.
(avi/ern)











































