Ucok lalu dibawa ke RS Santo Yusup dengan menggunakan angkot. Kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB. "Enggak tahu kejadiannya. Saya dengar ribut-ribut, lalu saya ke sini, lihat sudah ada yang meninggal di selokan. Trus denger ada yang teriak ditusuk, saya ke sana, dada kirinya berdarah. Langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Rudi (32), yang kantornya tak jauh dari lokasi kejadian, Kamis (31/10/2013).
Sementara itu menurut saksi mata lainnya, Sustrisno (35), satpam Ruko di Jalan Ahmad Yani-Gudang Utara atau dikenal Segitiga Emas, mengaku mengenal korban luka yang dibawa ke rumah sakit.
"Itu pak Ucok, dia pemulung yang biasa di sekitar sini. Tadi saya dengar istrinya yang teriak, pas saya lihat pak Ucok sudah berdarah," ujarnya.
Menurut Sustrisno, sesaat sebelum dibawa ke rumah sakit Ucok mengaku dipalak. Akhirnya keduanya berkelahi dan saling tusuk. "Itu pemulung sama pemulung juga. Dua-duanya luka," ujar Sustrisno.
Pantauan di lokasi, pemuda berkaus hitam itu tewas di sebuah selokan di Jalan Gudang Utara, 20 meter sebelum pertigaan Gudang Utara-Ahmad Yani. Sebuah pisau dapur dengan gagang berwarna merah, tergeletak seberang selokan. Ceceran darah juga terlihat.
Kejadian ini menarik perhatian warga. Ratusan warga mencoba melihat dari dekat. Meski garis polisi melintang. Tak ayal, membuat arus lalu lintas di Jalan Gudang Utara tersendat. Akhirnya polisi menutup jalan Gudang Utara dari Jalan Gandapura. Terlihat Kapolsek Sumur Bandung AKP Mokhamad Lukman Syarif di lokasi. Tim inafis dari Polrestabes Bandung pun kini tengah melakukan olah TKP.
(ern/ern)











































