"Mereka curhatnya beragam. Mulai urusan pribadi, keluarga, dan proses kasus yang sedang dijalaninya," kata Dadang Sukmawijaya, pengacara Wawan dan Ade, saat berada di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (25/10/2013).
Perkara yang ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung ini membetot perhatian publik. Kematian Sisca marak diperbincangkan ragam kalangan yang pro dan kontra. Opini publik terbentuk soal apakah Sisca tewas terseret gara-gara rambutnya terlilit gir motor atau sengaja diseret pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring perkara ini bergulir, seorang polisi yaitu Kompol Albertus Eko Budi ikut terseret namanya karena pernah menjalin asmara dengan Sisca. Albertus berani bersumpah tidak ikut campur kasus tersebut. Perwira polisi itu sesumbar siap dihukum mati. Propam Polda Jabar mempertegas tidak terbukti Albertus terlibat kasus Sisca.
Wawan dan Ade sempat dituding sebagai pembunuh bayaran serta mengenal Albertus. Kedua pelaku menepis tuduhan tersebut. Kabar nama Albertus dikait-kaitkan, rupanya membuat Wawan tidak enak hati.
"Wawan curhat juga soal Kompol A (Albertus). Akibat kejadian ini, Wawan bilang nama Kompol A malah ikut terseret. Padahal enggak ada kaitannya. Wawan secara langsung ingin meminta maaf kepada Kompol A," kata Dadang.
Wawan dan Ade sama sekali tidak mengenal Albertus. Justru kedua pelaku tahu Albertus setelah muncul dalam pemberitaan media massa. Apa yang mendorong Wawan ingin minta maaf kepada Albertus?
"Wawan bilang, dia (Albertus) manusia juga, punya keluarga dan karier. Akibat kasus ini, nama Kompol A jadi terbawa-bawa. Padahal enggak ada hubungannya. Permintaan maaf Wawan ini sebagai bentuk kemanusian saja," tutur Dadang.
Saat ini Wawan meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Ade berada di sel tahanan Mapolsek Sukajadi. Sejak awal penanganan kasus, kedua pria tersebut tidak satu penjara. Keluarga mereka rajin membesuk. "Tempat penahanannya memang terpisah. Karena permintaan keluarga juga," kata Dadang.
(bbp/ern)










































