Curhat Dua Penjambret Sisca Yofie dari Jeruji Besi

Curhat Dua Penjambret Sisca Yofie dari Jeruji Besi

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 25 Okt 2013 10:35 WIB
Curhat Dua Penjambret Sisca Yofie dari Jeruji Besi
Bandung - Kematian Sisca Yofie mengantarkan Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi (24) masuk bui. Dua bulan lebih kedua pelaku ditahan polisi lantaran kasus penjambretan. Paman dan adik tersebut menyampaikan curahan hati dari balik jeruji besi.

"Mereka curhatnya beragam. Mulai urusan pribadi, keluarga, dan proses kasus yang sedang dijalaninya," kata Dadang Sukmawijaya, pengacara Wawan dan Ade, saat berada di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (25/10/2013).

Perkara yang ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung ini membetot perhatian publik. Kematian Sisca marak diperbincangkan ragam kalangan yang pro dan kontra. Opini publik terbentuk soal apakah Sisca tewas terseret gara-gara rambutnya terlilit gir motor atau sengaja diseret pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wawan dan Ade terang-terangan mengakui mencuri disertai kekerasan yang berujung tewasnya wanita berparas cantik tersebut. Pelaku secara tegas tak menyeret korban. "Wawan dan Ade tidak menyangka kalau kasusnya ini menjadi perhatian publik dan media massa," ujar Dadang.

Seiring perkara ini bergulir, seorang polisi yaitu Kompol Albertus Eko Budi ikut terseret namanya karena pernah menjalin asmara dengan Sisca. Albertus berani bersumpah tidak ikut campur kasus tersebut. Perwira polisi itu sesumbar siap dihukum mati. Propam Polda Jabar mempertegas tidak terbukti Albertus terlibat kasus Sisca.

Wawan dan Ade sempat dituding sebagai pembunuh bayaran serta mengenal Albertus. Kedua pelaku menepis tuduhan tersebut. Kabar nama Albertus dikait-kaitkan, rupanya membuat Wawan tidak enak hati.

"Wawan curhat juga soal Kompol A (Albertus). Akibat kejadian ini, Wawan bilang nama Kompol A malah ikut terseret. Padahal enggak ada kaitannya. Wawan secara langsung ingin meminta maaf kepada Kompol A," kata Dadang.

Wawan dan Ade sama sekali tidak mengenal Albertus. Justru kedua pelaku tahu Albertus setelah muncul dalam pemberitaan media massa. Apa yang mendorong Wawan ingin minta maaf kepada Albertus?

"Wawan bilang, dia (Albertus) manusia juga, punya keluarga dan karier. Akibat kasus ini, nama Kompol A jadi terbawa-bawa. Padahal enggak ada hubungannya. Permintaan maaf Wawan ini sebagai bentuk kemanusian saja," tutur Dadang.

Saat ini Wawan meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Ade berada di sel tahanan Mapolsek Sukajadi. Sejak awal penanganan kasus, kedua pria tersebut tidak satu penjara. Keluarga mereka rajin membesuk. "Tempat penahanannya memang terpisah. Karena permintaan keluarga juga," kata Dadang.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini