Warga Waswas Geng Motor di Bandung Masih Berkeliaran Bebas

Warga Waswas Geng Motor di Bandung Masih Berkeliaran Bebas

Erna Mardiana - detikNews
Rabu, 23 Okt 2013 09:44 WIB
Warga Waswas Geng Motor di Bandung Masih Berkeliaran Bebas
Andri Wardiansyah
Bandung - Ketenangan warga Bandung kembali terusik. Aksi brutal sekelompok pemuda bermotor yang diduga geng motor kembali menggeliat. Kecemasan warga pun makin menjadi, sebab para pelaku masih berkeliaran bebas. Polisi belum berhasil menangkap pelaku pengeroyokan terhadap Julius Timothy (20) dua pekan lalu. Bahkan pelaku pembunuhan yang menewaskan mahasiswa UPI pada malam tahun baru 2012 pun belum terungkap.

Masih ingat kasus kematian Andri Wardiansyah (22), mahasiswa UPI Bandung? Minggu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB (1/1/2012), Andri ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di dada kiri di Jalan Cipaganti depan RM Sederhana oleh pengendara mobil. Belum diketahui jelas siapa pelakunya. Namun berdasarkan saksi mata, Andri dikeroyok oleh beberapa orang. Diduga pelaku adalah geng motor.

Beberapa kali kerabat dan teman-teman Andri di UPI melakukan aksi ke Polrestabes Bandung, meminta kasus ini segera diungkap. Namun hingga saat ini, kematian warga Banten itu masih menyisakan misteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian serupa dialami Julius. Beruntung ia masih selamat. Mahasiswa ITB itu dikeroyok belasan orang yang menaiki motor di kawasan Cikutra pada Senin dini hari (7/10/2013). Meski nyawanya selamat, Julius mengalami luka cukup parah. Ia mendapat tujuh luka tikaman. Para pelaku membawa golok dan linggis.

Kejadian yang menimpa Julius membuat prihatin pihak rektorat. Sebab ternyata aksi kejahatan yang diduga dilakukan oleh anggota geng motor, beberapa kali terjadi di sekitar kampus ITB.

"Kami ingin agar kasus ini segera diselesaikan dan menjadi kasus terakhir. Kami juga khawatir penyelesaian kasus ini dilakukan di luar hukum," ujar Pembantu Rektor Bidang Komunikasi ITB Hazanuddin Z Abidin saat jumpa pers kemarin, Selasa (22/10/2013).

Sementara itu salah seorang warga Antapani, Djalihah (62), mengaku resah dengan aksi geng motor selama ini. Terlebih pelaku kejahatan yang diduga dilakukan anggota geng motor masih berkeliaran bebas.

"Seharusnya polisi cepat bertindak. Tangkap pelakunya. Kalau sampai tidak tertangkap, nanti mereka senang dan seolah bisa membuktikan bahwa mereka bisa lolos dari jeratan hukum. Kalau sudah begitu, mereka sudah tidak takut lagi dengan aparat hukum," ujarnya.

Sebenarnya secara seremoni, geng motor di Bandung sudah bubar pada 30 Desember 2012 lalu. Empat geng motor besar XTC, Brigez, Moonraker, dan GBR menyatakan siap membubarkan diri. Namun ternyata informasi yang diperoleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berbeda.

"Katanya sedang ada perekrutan anggota baru atau ospek yang dilakukan geng motor bersangkutan," katanya kemarin.

Soal ini, Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius menyatakan siap bertindak tegas pada geng motor yang bertindak kriminal. Bahkan ia menyatakan kalaupun pelakunya masih di bawah umur, akan ditindak tegas.

Ia juga akan langsung menahan para pelaku di Mapolda Jabar, dengan harapan ada efek jera. "Tangkap dan tahan geng motor yang terbukti bertindak kriminal. Buat efek jera, kalau perlu (pelakunya) tahan di Polda (Jabar). Minimal biar besuknya jauh," ujarnya kemarin.

Instruksi Kapolda untuk menangkap anggota geng motor yang berlaku kriminal, semoga saja langsung direspon cepat bawahannya. Sehingga pelaku pengeroyokan terhadap Julius dan pelaku pembunuhan Andri segera tertangkap.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini