Hasil Survei Parameter, Elektabilitas Rido dan Eswan Naik

Hasil Survei Parameter, Elektabilitas Rido dan Eswan Naik

- detikNews
Minggu, 02 Jun 2013 16:20 WIB
Bandung - Lembaga Survei Parameter telah dua kali melakukan survei pra Pilwalkot Bandung. Dari dua hasil survei yang dilakukan tahun 2013 ini, terlihat bahwa elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial dan Edi Siswadi-Erwan Setiawan naik cukup signifikan dibandingkan pasangan lain yang justru turun.

Survei Parameter yang pertama dilakukan pada 20 Maret hingga 30 Maret 20013 dan yang kedua pada 23 April hingga 7 Mei 2013.

Hasil survei yang pertama, dari delapan pasangan calon walikota dan wakil walikota, secara berturut dari yang elektabilitasnya paling tinggi yaitu pasangan Ayi Vivananda-Nani Rosada 28,3 persen, pasangan Edi Siswadi-Erwan Setiawan 16,2 persen, Ridwan Kamil-Oded Muhamad Danial 14,8 persen, Iswara-Asep Dedy Ruyadi 10,1 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pasangan calon dari jalur independen ada di urutan bawah yaitu Budi Dalton-Rizal 4,9 persen, Bambang Setiadi-Alex Tahsin 4,4 persen, Wahyudin-Toni Apriliani 4,0 persen dan Wawan Dewanta- Sayogo dengan 3,7 persen.

Sementara hasil survei kedua yang dirilis Parameter pada Minggu (2/6/2013), yaitu Ayi Vivananda-Nani Rosada 29,2 persen, pasangan Edi Siswadi-Erwan Setiawan 21,1 persen, Ridwan Kamil-Oded Muhamad Danial 18,6 persen, Iswara-Asep Dedy Ruyadi 8,6 persen.

Sementara pasangan calon dari jalur independen ada di urutan bawah yaitu Budi Dalton-Rizal 3,2 persen, Bambang Setiadi-Alex Tahsin 3,4 persen, Wahyudin-Toni Apriliani 2,9 persen dan Wawan Dewanta- Sayogo dengan 2,9 persen.

Dengan dua hasil survei tersebut terlihat bahwa pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial dan Edi Siswadi-Erwan Setiawan naik sekitar 4 persen, sementara Ayi Vivananda-Nani Rosada hanya naik 1 persen. Sementara 5 pasangan calon lainnya justru mengalami penurunan angka elektabilitas dengan metode suvei yang sama.

Direktur Eksekutif Parameter, Agus Aribowo menuturkan naiknya tingkat elektabilitas pasangan calon antara lain dipengaruhi oleh seringnya mereka muncul di publik.

"Secara umum, pasangan yang sering tampil akan mendapatkan trust. Masyarakat akan terkena efek persuasif hingga akhirnya perilaku mereka pun ikut kena. Sehingga pada akhirnya siapa yang akan dipilih adalah pasangan yang paling sering memapar masyarakat," jelas Agus dalam jumpa pers di Hotel Verona, Jalan Surya Sumantri, Minggu (2/6/2013).

Ia menyebut, media tampil di publik bisa dalam bentuk pemberitaan di media massa maupun dalam bentuk alat peraga seperti spanduk, baligo, poster atau stiker yang saat ini marak dipasang diberbagai sudut kota.

(tya/tya)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads