"Ada dua polisi di tiap sekolah yang menyelenggarakan UN. Selain itu ada personel menjaga naskah dan lembar jawaban ujian di setiap subrayon. Mereka angggota dari wilayah hukum Polres serta Polresta masing-masing kota dan kabupaten," jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat dikonfirmasi, Minggu (14/4/2013).
Martin mengatakan personel yang siaga itu sifatnya situasional atau bisa di dalam dan luar sekolah tempat digelarnya UN. Dua polisi di tiap sekolah itu ada yang mengenakan seragam dan pakaian preman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menuturkan, jika terindikasi dan ditemukan pelanggaran atau misalnya ada penyebar kunci mirip jawaban, pihak kepolisian berkoordinasi dengan panitia penyelenggara, tim independen, dan dinas pendidikan. Setelah itu, polisi menentukan langkah penindakan.
Martin berharap kegiatan UN di Jabar berjalan lancar dan aman. Ia pun mengimbau agar peserta UN tidak memercayai pihak-pihak yang menawarkan atau mengaku memiliki kunci jawaban
(bbp/ern)










































