"Saya harapkan, warga segera melakukan perekaman data untuk e-KTP di kantor kecamatan sesuai domisili tempat tinggal," jelas Meivy usai launching e-KTP di kantor Kecamatan Bandung Kidul, Jalan Batununggal No.3, Kota Bandung, Selasa (12/2/2013).
Menurut Meivy sekitar 800 jiwa belum terekam e-KTP itu karena beberapa alasan. Misalnya warga itu berada di luar negeri, dan kerja di luar Kota Bandung. Serta ada angka kematian warga yang tidak tercatat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga nanti dikirim surat undangan pengambilan e-KTP. Setelah itu, warga bisa mengambil e-KTP di kelurahan tempat tinggalnya. Tidak dipungut biaya saat pengambilan, hanya syaratnya KTP lama diserahkan ke petugas kelurahan," tutur Meivy.
Ia melanjutkan, jumlah penduduk Kota Bandung tercatat 5 Februari 2013 mencapai 2,8 juta jiwa. Warga wajib memiliki e-KTP berjumlah sekitar 2,1 juta jiwa. Sudah terekam data e-KTP sebanyak 1,2 juta jiwa.
Setelah launching e-KTP di wilayah Kecamatan Bandung Kidul, kata Meivy, pendistribusian e-KTP serentak dan bertahap dilakukan ke seluruh kecamatan di Kota Bandung.
Walikota Bandung Dada Rosada mengapresasi program e-KTP yang sudah bergulir, dan Bandung salah satu kota di Indonesia yang terbilang cepat menyelesaikan e-KTP. "Ini luar biasa. Saya terima kasih kepada warga kota," ucap Dada di lokasi sama.
Menurut Dada, perihal sisa warga yang belum terekam data e-KTP, agar secepatnya diselesaikan. "Harus cepat, karena (e-KTP) 'kan kebutuhan bagi warga," singkat Dada.
(bbp/ern)










































