PAGI Jabar Minta Cagub-Cawagub Berkomitmen Soal Pendidikan

PAGI Jabar Minta Cagub-Cawagub Berkomitmen Soal Pendidikan

Erna Mardiana - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 09:46 WIB
Bandung - Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) Jabar meminta komitmen lima pasangan cagub-cawagub di bidang pendidikan. Komitmen di bidang pendidikan tidak hanya sekadar janji-janji dalam kampanye.

"Komitmen harus peduli ke bidang pendidikan harus dilaksanakan oleh gubernur-wakil gubernur terpilih," kata Wakil Ketua Bidang Pendidikan PAGI Jabar Deden Suhendar dalam rilisnya yang diterima detikbandung, Senin (7/1/2013).

Seluruh pasangan cagub-cawagub yang akan maju dalam pilgub Jabar Februari nanti memang telah menjadikan pendidikan sebagai bidang dalam visi dan misi yang dipaparkan. Namun hal itu dianggap Deden tidak cukup. Alasannya, bidang pendidikan hanya disinggung di atas permukaan semata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada penjabaran langkah-langkah secara konkrit untuk menunjukkan komitmen wagub-cawagub Jabar dalam bidang pendidikan. Contohnya adalah komitmen untuk mengalokasikan APBD sebesar 20 persen untuk bidang pendidikan," ujar Deden.

Bidang pendidikan dianggap mutlak menjadi prioritas. Dari pendidikan dilahirkan SDM-SDM unggul yang memiliki daya saing sebagai pilar utama pembangunan.

"Alokasi anggaran 20 persen dipakai untuk membeayai program wajib belajar 12 tahun. Jadi sekolah gratis hingga SMA benar-benar terealisasi di Jabar," katanya.

Bidang pendidikan di Jabar belum sepenuhnya menjadi prioritas. Terbukti dari masih tingginya angka putus sekolah serta indeks pembangunan manusia (IPM) Jabar yang tertinggal dibandingkan propinsi lainnya.

Terkait komitmen di bidang pendidikan ini, PAGI Jabar berencana menggelar diskusi publik berthema Penelaahan Visi dan Misi Cagub Jabar di Bidang Pendidikan, di Hotel Homann Bandung, 24 Januari 2012 nanti. Deden sebagai Ketua Panitia diskusi publik mengungkapkan dari diskusi ini diharapkan seluruh cagub bisa hadir.

"Nanti bisa dinilai bagaimana komitmen cagub di bidang pendidikan. Lalu, jika terpilih ternyata komitmennya tidak sesuai dengan visi dan misi yang dikatakan, mari sama-sama kita ingatkan," pungkas Deden.

(ern/ern)


Berita Terkait