Anis menjelaskan, pihaknya sudah memprediksi dan antisipasi perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjadi pada 2013. Contohnya kegiatan politik berupa pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tingkat gubernur, walikota dan bupati.
"Hal ini akan berpotensi timbulnya kerawanan-kerawanan dan terjadinya konflik dari pendukung serta lawan politik maupun ormas pro-kontra terhadap calon. Sehingga berpotensi menimbulkan gejolak poltik, pemerintahan, sosial, dan keamanan" jelas Anis dalam buku kliping catatan akhir tahun 2012 yang dirangkum Polda Jabar, Selasa (1/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka itu, Anis mengajak seluruh masyarakat Jabar agar bersiap menghadapi situasi kamtibmas di 2013. Berikut harapan dan imbauan Anis:
- Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan dan memelihara kamtibmas yang aman dan kondusif.
- Masyarakat hendaknya mewaspadai ancaman aksi terorisme.
- Dalam rangka penyelenggaraan Pilgub/Pilwalkot/Pilbup sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat, diharapkan semua pemangku kepentingan untuk bertindak sesuai ketentuan peraturan perundangan. Kepada semua calon (kepala daerah), sebagai negarawan yang baik secara demokratis harus siap terpilih dan tidak terpilih.
- Masyarakat berperan aktif sebagai warga bangsa berdaulat untuk menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nurani serta mematuhi aturan dan mekanisme berlaku.
- Pada aspek pendidikan, sejak dini hingga diperkuliahan, diharapkan memiliki pelajaran yang berkaitan budi pekerti guna membangun karakter masyarakat berprilaku baik.
- Setiap menghadapi konflik, hendaknya sejak dini melakukan koordinasi dengan aparat atau pihak terkait. Serta utamakan upaya penyelesaian secara musyawarah mufakat, untuk mengeliminir dampak risiko atau ekses yang ditimbulkan.
(bbp/tya)










































