Imbauan Kapolda Jabar Hadapi Situasi Kamtibmas di 2013

Imbauan Kapolda Jabar Hadapi Situasi Kamtibmas di 2013

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 01 Jan 2013 08:51 WIB
Imbauan Kapolda Jabar Hadapi Situasi Kamtibmas di 2013
Bandung - Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya mengimbau masyarakat ikut menjaga situasi kondusif di seluruh wilayah Jabar. Segala persoalan kamtibmas pada 2012 menjadi atensi dan evaluasi untuk menyongsong tahun 2013.

Anis menjelaskan, pihaknya sudah memprediksi dan antisipasi perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjadi pada 2013. Contohnya kegiatan politik berupa pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tingkat gubernur, walikota dan bupati.

"Hal ini akan berpotensi timbulnya kerawanan-kerawanan dan terjadinya konflik dari pendukung serta lawan politik maupun ormas pro-kontra terhadap calon. Sehingga berpotensi menimbulkan gejolak poltik, pemerintahan, sosial, dan keamanan" jelas Anis dalam buku kliping catatan akhir tahun 2012 yang dirangkum Polda Jabar, Selasa (1/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi unjuk rasa, kriminalitas, kenaikan harga sembako, bencana, dan peredaran narkoba, diprediksi masih mewarnai pada 2013 nanti. "Selain itu, ancaman teroris masih potensial karena jaringan terorisme belum seluruhya terungkap dan beberapa pelaku belum tertangkap," jelas Anis.

Maka itu, Anis mengajak seluruh masyarakat Jabar agar bersiap menghadapi situasi kamtibmas di 2013. Berikut harapan dan imbauan Anis:

- Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan dan memelihara kamtibmas yang aman dan kondusif.

- Masyarakat hendaknya mewaspadai ancaman aksi terorisme.

- Dalam rangka penyelenggaraan Pilgub/Pilwalkot/Pilbup sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat, diharapkan semua pemangku kepentingan untuk bertindak sesuai ketentuan peraturan perundangan. Kepada semua calon (kepala daerah), sebagai negarawan yang baik secara demokratis harus siap terpilih dan tidak terpilih.

- Masyarakat berperan aktif sebagai warga bangsa berdaulat untuk menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nurani serta mematuhi aturan dan mekanisme berlaku.

- Pada aspek pendidikan, sejak dini hingga diperkuliahan, diharapkan memiliki pelajaran yang berkaitan budi pekerti guna membangun karakter masyarakat berprilaku baik.

- Setiap menghadapi konflik, hendaknya sejak dini melakukan koordinasi dengan aparat atau pihak terkait. Serta utamakan upaya penyelesaian secara musyawarah mufakat, untuk mengeliminir dampak risiko atau ekses yang ditimbulkan.

(bbp/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini