"Belum ketemu hingga hari ini," ucapnya bernada bergetar.
Ia menyampaikannya saat ditemui di Kantor Kelurahaan Maleer, Kota Bandung, Senin (24/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entis mewanti-wanti Dirga jangan beranjak ke dekat sungai karena kondisi air tidak 'bersahabat'. "Dirga ngomong mau keluar untuk jemput adiknya yang mengunsi di Masjid. Tak lama, saya mendengar teriakan warga kalau ada orang hanyut. Ternyata Dirga hanyut setelah kirmir ambrol," tuturnya.
"Saya sempat mau loncat ke sungai. Mau menolong. Tapi warga mencegah," tambah Entis sembari tatapannya menerawang.
Tiga hari berlalu. Nasib Dirga belum diketahui. "Terakhir itu, Dirga pakai kostum sepak bola. Kostum klub di daerah Maleer ini belakangnya biru, dan bagian depan merah. Ada nama punggung tertulis 'Dirga'," beber Entis.
Ia mengaku tak memiliki firasat buruk perihal insiden tersebut. Begitupun keluarga. Dirga selama ini dikenal berprilaku santun dan baik.
Sejenak Entis menghelas nafas. Suaranya mengalir penuh harapan melihat kembali sosok Dirga. "Saya berharap Dirga segera ditemukan," ucap Entis.
(avi/bbp)











































