Hersubeno Arief Direktur media center Aher-Deddy Mizwar menyatakan bahwa acara yang dilakukan tadi sekedar sosialisasi logo.
"Kami tidak sedang berkampanye. Tapi hanya melakukan media gathering dan sosialisasi logo. Selain itu kami juga meminta masukan dan kritik dari kalangan media" ujar Hersubeno dalam rilis yangdierima detikbandung, Sabtu (1/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak benar kami sedang berkampanye, berorasi, memasang spanduk, apalagi mengganggu penumpang KA. Pernyataan tersebut bisa menyesatkan publik," tegasnya.
Sabtu siang tadi di hadapan sejumlah media, pasangan Aher-Deddy Mizwar memperkenalkan "kancing beureum" atau kancing merah sebagai logo pasangan Aher-Deddy dalam perjalanan dengan KA dari stasiun Gambir menuju Bandung.
Pemilihan KA sendiri disebut sebagai dukungan pasangan ini pada kereta api sebagai salah satu alat transportasi massal.
Selama perjalanan, tidak ada satupun spanduk atau logo yang dipasang baik di stasiun maupun pada gerbong KA. Pasangan Aher-Deddy Mizwar hanya mengenakan kemeja putih dengan kancing merah dan logo berupa PIN tanpa foto pasangan cagub-cawagub yang diusung 21 partai itu.
"Kami juga menyewa gerbong khsusus yang tidak bercampur dengan penumpang lain. Jadi bagaimana dapat dikatakan mengganggu ketertiban umum," katanya.
Seperti diketahui, PT KA menyewakan gerbong khusus yang bisa digunakan untuk berbagai acara pada masyarakat umum. Hersubeno berharap masalah ini tidak mengganggu hubungan baik yang telah terjalin selama ini dengan PT KAI.
"Kang Aher sangat komit dan akan terus komit ikut membantu dan mengkampanyekan kendaraan umum massal terutama kereta api. Saya berharap ini hanya kesalahpahaman kecil karena mereka tidak mendapat penjelasan yang tepat," harapnya.
Dalam berita sebelumnya, Kepala Humas PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno mengaku kecolongan dengan dilakukannya peluncuran logo di kereta api karena dianggap sebagai kegiatan kampanye.
(tya/tya)











































