"Kalau pasien mengalami komplikasi TB mata itu banyak. Tapi komplikasi TB mata yang menyebakan mata menonjol, jarang terjadi," jelas kata Direktur Medik dan Keperawatan RS Cicendo, Iwan Sofani.
Iwan menyampaikannya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, RS Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Jumat (2/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya bagaimana kondisi pasien dahulu yang pernah mendapat tindakan medis RS Cicendo, Iwan mengaku lupa historinya.
Gejala mata tak normal itu dirasakan Rahel sejak September 2012. Sebulan sebelumnya, Rahel mengeluhkan sakit pada kaki kanan. Selanjutnya diboyong ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) guna operasi di bagian panggul. Dokter mendiagnosa Rahel kena TB tulang dan sudah mengenai otak.
Singkat cerita, Rahel pulang ke rumah. Karena kesehatan ngedrop, orang tua memilih membawa Rahel ke RS Cibabat. Selama dua minggu mendapat perawatan medis, kondisi Rahel sempat memprihatinkan. Bahkan, paru-paru gadis tersebut terganggu.
Mata kiri Rahel terlihat bengkak. Seperti bangun tidur. Setelah itu, bola mata kirinya jadi keluar. Awalnya menonjol sedikit, namun lama kelamaan makin membesar.
(bbp/ern)











































