Bintang tercatat sebagai mahasiswa ITB dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. Kemenangan Bintang juga jadi sejarah tersendiri bagi ITB karena baru pertama kali ikut dalam olimpiade geografi tersebut.
Selain Bintang, tim Indonesia yang terdiri dari Adnan Satria Jati (SMAT Krida Nusantara), Mohammad Anja Istala (mahasiswa Geologi Universitas Gadjah Mada) dan Mohammad Ridwan (SMA Boarding School Sragen) juga meraih penghargaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bersyukur dengan kerja keras anak-anak berbakat ini karena berhasil mendapatkan medali perak dan The Best Presentation," kata Samsul Bachri selaku team leader Indonesia dalam konferensi pers di Gedung Rektorat ITB, Jalan Sulanjana, Senin (10/9/2012).
Dijelaskannya, kegiatan IGEO bertujuan menstimulasi dan meningkatkan perhatian anak muda dalam mempelajari geografi dan lingkungan, serta kontribusi pentingnya geografi bagi para siswa atau mahasiswa tingkat satu.
Dalam ajang itu, total diperebutkan 10 medali emas, 21 perak dan 31 perunggu. Peserta berjumlah 124 dari 32 negara. "Perolehan medali Indonesia menyejajarkan kita dengan negara seperti New Zealand, Belanda, AS, Rusia, Cina, dan Hongkong yang juga mendapat perak," ungkap Samsul.
Ia mengatakan, tim Indonesia, termasuk Bintang, sebelum berangkat ke Jerman mendapat pembinaan selama sebulan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan kognitif dan mental siswa sehingga memperoleh target yang diharapkan.
"Tapi keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah mendukung," tandas Samsul.
(orb/ern)











































